
Kisah Nyata Penangkilan Gedong Suci,Sebut saja Namanya Luh Ayu (nama samaran), datang ke gedong suci untuk menyampaikan kisah perjalanan hidupnya akibat pernah menggugurkan.
“Om swastyastu, Jro?” sapanya.
“Om Swastyastu, ingih napi sane jagi tunasang ring Ida Sesuhunan nike?”
Sapuniki Jro, ampura sedurung nyane tiyang nenten cacep mebasa bali halus. Tujuan tiyang meriki jagi nunasang pemargi antuk pikobet tiyang jro. Tiyang pernah menjalani hubungan sembunyi-sembunyi dengan seseorang yang sudah beristri, hingga tiyang hamil Jro. Karena tiyang takut ketahuan, dan juga ayah dari janin itu tidak mau bertanggung jawab, tiyang stres hampir bunuh diri, kemudian tiang pendarahan dan anak itu gugur Jro. Tiyang tau perbuatan nike sangat salah, namun tiyang takut ketahuan orang tua Jro.
Jro Dalang menjawab “Ingih, hal seperti itu dosanya sangat besar sekali secara Niskala, hubungan diluar nikah, napi malih pendarahan dan pasti dikiret, efeknya akan datang ditengah umur bikin rejekinya sret, gali lobang tutup lobang, kesakitan Tengah umur, susah mencari jodoh, bahkan Mandul/ jika bisa hamil anaknya terlahir cacad, dll.
“Ingih Jro, tiyang sudah mengalami hal nike, semenjak itu, hampir setiap minggu rahim tiyang sakit, setelah tiyang berkonsultasi dengan Dokter, tiyang divonis mandul, tanpa tahu penyebab pastinya. Tiyang selalu di hantui dengan suara tangisan anak kecil, kadang tiyang merasakan perut di tendang dari dalam, pedahal janin itu sudah tiada/ sudah di kuret.
Malam-malam dipenuhi mimpi buruk Jro, mimpi melihat darah, dan sesekali tiyang dengar suara anak kecil memanggil “Ibu…. Dadi hati ibu ngutang tiyang… peteng dedet tusing tepuk tiyang margi”.
Sapunapi sepatutne tiyang mangkin Jro? Tiyang nunas pemargi..
Jro Dalang pun menjelaskan “Menurut sarinin sastra-sastra yang memuat tentang kematian manusia, termasuk keruron/ keguguran. Jika hal itu terjadi sebaiknya sesegera mungkin melaksanakan Upacara Warak Keruron, sebelum menjadi tambah parah. Tiyang jadi keingat dengan salah satu kisah penangkilan dumun juga hampir mirib seperti ini, namun bedanya sane dumun nike sampai roh janin itu minta orang tuanya ikut ke alam Sunia, agar bisa merasakan kesedihan, kelaparan, dan kedinginan dalam kegelapan”
Mendengar penjelasan itu, air mata Luh Ayu tak bisa dibendung, ia menangis sesegukan.
“Tyang juga sudah bilang ke ayah dari janin itu tentang mimpi tiyang, dia masih kekeh bilang tidak ada hubungannya dengan janin yang gugur, Pedahal dia pernah mengatakan ke tiyang, bahwa pernah mendengar suara anak kecil sangat dekat sekali di dalam kamarnya, begitu buka mata, di dadanya sudah duduk seorang anak kecil dengan muka pucat, dan berlumuran darah, ia menjerit ketakutan hingga pingsan, namun dia bilang hanya terbawa pikiran saja dan semenjak itu kesehatannya melemah nike Jro” tambahnya.
Jro Dalang menegaskan “Ingih, orang yang pernah mengugurkan itu juga berefek Sinar Cakranya tertutup, nenten nemu widhi maring keuripan, doanya tidak akan pernah terkabul sampai akhir hidupnya. Begitu banyak umat yang tangkil konsultasi masalah keguguran, akan tetapi kebanyakan meboya dengan hal seperti ini, ketika sudah kesakitan baru kesana kemari nunas pemargi mangda Rahayu.
Mendengar penjelasan itu, akhirnya Luh Ayu melaksanakan Upacara Atma Pratastista Yaitu upacara Warak Keruron lengkap dengan Pebayuhan Semara Rekha di Gedong Suci dengan penuh penyesalan, tanpa sepengetahuan orang tua dan ayah dari janin tersebut.
Beberapa bulan setelah melaksanakan Upacara, ia Kembali tangkil untuk mengucapkan terimakasih, sujud Syukur sekarang sudah bisa tidur dengan tenang dan tangisan anak kecil itu tidak pernah terdengar kembali. Namun, nasi sudah menjadi bubur, rahimnya tetap rusak dan tidak akan pernah bisa hamil.

Baca juga : “MAIN-MAIN” IKUT UPACARA ATMA PRATISTA, ROH JANIN ITU NGERUBEDA, BIKIN IBUNYA MANDUL
SEGERA GELAR WARAK KERURON
AGAR ROH JANIN ITU TIDAK “NGERUBEDA”
Upacara Atma Pratista/Warak Keruron merupakan penyucian roh bayi, yang keguguran secara tidak sengaja. Mulai usia kandungan seminggu dan seterusnya dalam kandungan.
Mekiret/Keguguran bukan karena disengaja melainkan disebabkan oleh janin tidak berkembang, ibunya sakit, jatuh, pendarahan, salah makan, kecapean, hamil anggur dan lain sebagainya.
Bagaimana kalau disengaja???
Tentu itu dosannya sangat besar, selain harus dipertanggung jawabkan secara hukum yang berlaku secara sekala dan secara hukum niskala, seperti upacara Warak Keruron kalau hal itu sudah terlanjur terjadi. Kalau belum, jangan sekali sekali punya niat untuk menggugurkan kandungan, bisa kena kutuk 7 keturunan, hidup generapi penerus tidak “ nemu Widhi/Sangsara”.
Bagi teman2 Media Sosial yang mengalami keguguran/habis mekiret, segeralah diupacarai Pengepuh Ayu Guru Piduka/Warak Keruron/Atma Pratista, agar roh janin itu tidak ngerubeda. Membikin orang tuannya kesakitan, rejeki sret, mandul, banyak masalah, bangkrut dan lain sebagainya.
Menurut sarinin sastra salah satunya, Lontar Rare Angon, atau mungkin banyak lagi sastra sastra lainnya yang memuat tentang keruron/keguguran, karena sebab diatas, sebaiknya melaksanakan Upacara ini sesegera mungkin, sebelum roh anak itu ngerubeda pada kehidupan orang tuanya.
Sudah ribuan umat menyelenggarakan upacara ini di tempat kami. Kalau dihitung per bulan kisaran 70 -100 orang. Menurut pengalaman kami, kasus kehidupan yang diakibatkan oleh keguguran yang tidak diupacarai ini.
Kalau dipersentasekan 40 % mengalami kesakitan di tengah umur ( umur diatas 50 th mengalami sakit tak jelas/tak kunjung sembuh).
Selain itu 30 & mengalami kemerosotan rejeki/bangkrut/pengasilan banyak tapi tetep kekurangan, dan 30 % mengalami masalah percintaan, sulit jodoh, ribut dalam rumah tangga bagi yang sudah nikah, sulit mempunyai keturunan, jika punya anak tidak teteg/cacad/tidak bisa dinasehati & perceraian.
Banyak juga yang menyangkal ketika masih sehat, kantong tebal. Anak yang gugur itu tidak patut diklungkah, karena masih berupa darah, belum berwujud dan lain sebagainya.
Memang sangat bener itu TIDAK PERLU DIKELUNGAH. KARENA Upacara NGELUNGAH ITU UPACARA UNTUK BAYI YANG TELAH LAHIR MENINGGAL SETELAH KEPUS PUSER. UPACARA NGLUNGLAH UNTUK BAYI BUKAN UNTUK JANIN. Kalau masih janin, upacaranya Atma Pratista/Pengepuh Ayu & Guru Piduka/ Warak keruron.
Baca juga : HABIS KEGUGURAN “Metemu Lara Di Niskala” Si Anak Ingin Ibu Nyusul & Ibunya Takut Mandul

Sangat Penting DIKETAHUI, kami sudah melaksanakan upacara warak keruron ini, semenjak tahun 2008. Saat itu tidak belum begitu ramai, orang melaksanakannya. Kini sudah banyak sekali, orang yang melaksanakan di tempat-tempat spiritual yang melaksanakan upacara. Itu hal yang sangat baik, berarti pemahaman kita sebagai umat semakin luas tentang ajaran agama.
Namun, bagi teman2 yang awam terhadap hal seperti ini. Perlu kami jelaskan ada beberapa kelebihan jika upacara warak keruron di tempat kami.
1. Upacara Warak Keruron ini, sudah langsung sekalian dengan Pabayuhan Sang Hyang Semara Rekha. Jadi upacara Warak Keruron, untuk mengupacai anak yang gugur. Sedangkan Pebayuhan Semara Rekha, Untuk penyucian kembali orang tua Pasca Keguguran. Jadi “sekali dayung 2 pulau terlampaui” ( Di tempat lain hanya Warak Keruron saja ).
2. Dalam rangkain upacara warak keruron di tempat kami, berisi acara “MEGENDU WIRASA RARE”, jadi biasanya setiap orang ikut upacara akan bisa merasakan kedatangan roh anaknya langsung. Mereka menangis dan saling curhat dalam hati meminta maaf. ( Di tempat lain tidak ada ).
3. Upacara kami ada secara tertutup/tidak boleh direkam/difoto tanpa izin dan dipublikasikan. Kenapa ? Untuk melindungi identitas yang ikut upacara agar tidak tersebar luas di media sosial, dan yang bisa menimbulkan isu sara. Karena banyak yang ikut upacara Nyilib ( rahasia ) dari keluarganya karena masalah masalalu.


INGIN MENGGELAR UPACARA WARAK KERURON ? SILAHKAN TLP/WA 081 246 887 662/ 081 231 899 594
BAGI TEMAN2 YANG INGIN IKUT ACARA INI, BISA JUGA DATANG KONSULTASI SAAT JADWAL BUKA
Selasa : Pukul 19 :00 –21 : 00 Wita
Kamis : Pukul 19 :00 –21 : 00 Wita
Sabtu : Pukul 09:00 –12 : 00 Wita
Minggu: Pukul 09:00 –12 : 00 Wita
Daftar Tangkil, Tlp 081 246 887 662/ 081 231 899 591
ALAMAT : GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA
Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar. Selatan Pura Desa dan Puseh, LIHAT PAPAN NAMA.
DILARANG MENG COPY PASTE ARTIKEL INI TANPA IZIN, KARENA ITU MERUPAKAN KEJAHATAN YANG TIDAK BERADAB. TULISAN ADALAH SEBUAH KARYA KEKAYAAN INTLEKTUAL YANG PATUT DIHARGAI & MEMILIK HAK CIPTA, BAGI PLAGIATOR BISA DITUNTUT SECARA HUKUM.











