081246887662

081246887662

puriyadnya@gmail.com

puriyadnya@gmail.com

Jam Buka

Senin - Minggu 08 :00 - 22: 00 Wita

Berbicara mengenai Melik tentu sudah tidak asing lagi dengan Jro Mangku Dalang Badra, yang merupakan seorang Dalang Samirana.  Setiap hari kediaman Beliau, selalu didatangi oleh umat dari seluruh Bali & luar Bali untuk melaksanakan penebusan melik.

Tentu tersirat pertanyaan dalam hati semeton pembaca, kenapa Beliau dicari untuk melaksanakan penebusan melik ?

Apa Sebenarnya melik itu ?

Ketika kita berkaca pada tutur/nasehat leluhur terdahulu, “ Cening Yening Pemanumadian Cening Medaging Melik, Gelisin Tunasin Penglukatan Sudhamala Lan Asta Pungku, Mangda lantang Tuwuh Ceninge”.

Selain itu jika kita menyaksikan pergelaran Wayang Sapuh Leger, dalam sebuah lakon kawi dalang, sering juga diceritakan bahwa orang yang melik terlahir wuku wayang dan melik lainnya, akan tidak dimangsa oleh Ida Bhatara Kala ( Tidak Umur Pendek ) ketika sudah melaksanakan Pengruwatan oleh Seorang Dalang Samirana.

Jro Mangku Dalang Badra saat mementaskan “Wayang Sapuh Leger”

Karena merupakan sebuah Bisama Dari Ida Bhatara Kala, begini ceritanya dalam sebuah pertujukan kawi dalang Wayang Sapuleger “ Ehh..Pwa Kita Dalang Samirana, apan ingulun pisalah anadah yeki saji, tetadah ingulan, penugran Bhatara Siwa, kesujatian jatma manusa pemanumadian wuku wayang muang melik, mangke ane bisama ingulun, maring dalang samirana. Yan ana manusa pemanumadian wuku wayang muang melik maring mercapada, yan sida angelaraken pengruatan maring dalang samirana, natan ingulun ketadah, gentosange ikanang saji”..

Artinya : “ Ih..engkau Dalang Samirana, saya tersadar salah karena sudah memakan upakara Dalang Samirana ini, sesungguhnya makanan saya adalah orang lahir wuku wayang dan melik, atas anugrah Bhatara Siwa. Untuk menebus dosa/kesalahan ini, sebagai gantinya siapapun nanti yang terlahir wuku wayang dan melik, kalau sudah mendapatkan Pengruatan oleh dalang samirana, tidak akan saya makan lagi, ia akan jadi manusia yang berbudi dan panjang umur”.

Kalau dihitung dari tahun 2008 beliau sudah rutin mengadakan penebusan melik bersama tiap bulannya untuk meringankan biaya. Kalau dihitung cloternya sudah mencapai 204 cloter, rata rata peserta yang ikut 250 peserta – 500 peserta. Jadi kalau dipikir pikir, jam terbang Beliu menangani kasus orang melik sudah tidak perlu diragukan.

Dokumentasi Saat “Penebusan Melik Bersama” setiap bulannya.

Selain itu tiap hari juga banyak umat datang untuk melaksanakan penebusan melik secara pribadi. Ketika hari baik datang, Beliau sudah terbiasa mumput puluhan kali, dari jam 6 pagi sampe jam 5 :30 pagi dini hari besoknya. Umat yang sudah pernah mebayuh di Purnama, Tilem, Wuku Wayang dan hari baiknya pasti sudah pernah merasakan mendapat giliran jam 5 pagi. “ Umat sering bilang begini “ Padalem Jrone Pasti Leleh Gati, Sakewale Yen Tusing Mula Titah Niskala, sing ada jatma normal sekuat nika. Pasti suba sakit dan menyerah”

Pengambilan Dokumentasi saat waktu menunjukkan Pukul 03.18 dini hari

Tapi sekarang sudah banyak tempat-tempat  yang melaksanakan penebusan melik massal, namun terkadang mendatangkan cerita baru di Puri Yadnya.

1.           Sebut saja nama nya Gusde, sudah pernah metebusan melik ditempat lain/bukan seorang Dalang Samirana. Namun datang lagi ke Jro Dalang Badra. Ketika ditanya, begini jawaban orang tuanya, “ anak tiang niki dumun sampun pernah metebusan melik Jro Dalang. Sakewanten dugas niki tabrakan sampai niki tangannya patah, titiang mepeluasan, katanya penebusan melik anak tiang durung ketrima/temus ring niskala, duaning durung polih Penglukatan Asta Pungku & Sudhamala ring Dalang Samirana. Nika mawinan tiang jagi ngulang meriki metebusan, soalnya semeton di desa tiange sami metebusan melik driki”.

2.           Sebut saja namanya Kadek Ratih, datang dari pengujung barat Pulau Bali, perjalanan kurang lebih 4 jam sampai di Puri Yadnya, dan dapat waktu penebusan melik, kebetulan rainan Purnama dapat jam 5 pagi. Ketika ditanya “ Dados saking joh metebusan melik meriki ? Polih jam 5 pagi ? Jawabnya begini “ Jarak ten dados halangan, polih seger nika sane paling utama. Pang ten kadi semeton tiange, takut ngetel payu mekebyos, lebihan hitungan ajak metebusan mriki dumun akhirne batal, mangkin anaknyane sampun melinggih ring Dewa Hyang ( Sudah meninggal dan diaben ).

3.           Lain ceritanya dengan Pak Wayan Rudi, semua anaknya dari bayuh oton penebusan melik, menek kelih dilaksanakan di Puri Yadnya. Ketika ditanya, “sampun sami anak alit mebayuh ? Bwih… anak tiang sami keupekaren driki. Semeton ring desa akhweh taler ajak tiang mriki, duaning nakenan, cingake fotone di Fb. Bagi tiang pribadi, tiang sangat semangat ikut upacara driki, duaning “ JEG NYUSUP MANTRANE” Mantu tiang 3 tahun mandul, wusan mebayuh sampun hamil mangkin. Mebukti nika sekala niskala, artinya tak sekedar seremonial manten”.

Banyak lagi kisah tentang hal seperti ini yang sudah sering ditulis di media sosial untuk menyadarkan dan memberikan pencerahan. Ini semua merupakan realita dan fakta, jika teman2 berkujung ke Puri Yadnya bisa di cek di buku tamu pendaftaran penangkilan Beliau, dan bisa juga di lihat di fb & Tikt0k “ Puri Yadnya”.

Pesan kami : urusan niskala, punya etika dan sesana masing masing, terkadang tidak bisa ditawar dengan ego manusia. Sebuah mantra bisa dihapalkan dan pakaian putih bisa dibeli. Namun Taksu itulah yang tidak bisa diberikan kepada sembarangan orang. Makanya ada istilah “ Tusing Karuan Ane Bisa Dadi “, artinya walaupun kita sepinter apapun kita dengan hal hal niskala, kalau tidak “keicen taksu” dan tugas dari niskala, biasanya itu tidak akan menghasilkan apa apa.

Jro Dalang Badra, yang merupakan sarjana Pedalangan yang lulus dengan come laude ini, sebenarnya tidak ingin dan punya angan angan untuk menjadi pengusadha niskala. Beliau merupakan seorang pegawai negeri, yang harus pensiun dini di tahun 2019 untuk mengemban tugas niskala.

Jro Mangku Dalang Badra saat melaksanakan Penglukatan Asta Pungku dan Sudhamala

Beliau tidak memilih, tapi dipilih oleh  “alam nis” ini untuk mengemban tugas ini. Beliau sudah berusaha menolak, tpi apa daya 10 hari Beliau pernah sekarat, hidup terasa mati, kalau minta mati juga tak mau mau meninggal. Akhirnya Beliau menyanggupi tugas ini, untuk memberi pengruwataan Asta Pungku & Sudhamala, Taksuning Mpu Leger, Gegelaran Dalang Samirana. Itu sebabnya taksunya tidak putus putus, terbukti dari banyaknya umat yang selalu datang untuk berkonsultasi tentang hal hal niskala.

APA ITU MELIK ?

MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak.

Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan LIak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur.

Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau mangku kalau dia punya keturuan/waris mangku/balian dan senang belajar spiritual.

Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnayana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkominikasi dengannya.

TANDA TANDA MELIK CECIREN

1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.

2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.

3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.

MELIK KELAHIRAN:

1. Orang yang lahir di Wuku Wayang

2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )

3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )

4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )

5. Jempina ( anak lahir premature )

6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )

7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )

8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )

9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )

10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )

11. Walika ( orang kerdil )

12. Wujil ( orang cebol )

13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )

14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )

15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )

16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara – perempuan – laki – perempuan )

17. Telaga Apit Pancoran ( laki – perempuan – laki )

18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )

19. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )

20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)

21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )

22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )

23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )

24. Melik Rangda Tiga, Lahir Wuku Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Prangbakat

25. Melik Nemu Kala Pati, Wuku Tolu, Dunggulan, Menail, Dukut, Klawu

26. Lintang Bade, Wuku Ukir, Watugunung, & Kamis Pon

27. Melik Waspenganten, Wuku Tolu, Krulut, Dunggulan, Menail, Dukut

Selain kelahiran melik diatas ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.

KELAHIRAN MENURUT WUKU : Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.

KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA, Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Coma Kliwon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.

Dari Kelahiran di atas, menurut Saptawara, Pancawa & Wuku, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll. Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya.

Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke Gedong Suci Usadha Agung Untuk Mewacakan Kelahiran, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.

BISA JUGA DATANG KONSULTASI SAAT JADWAL BUKA

Selasa : Pukul 19 :00 –21 : 00 Wita

Kamis : Pukul 19 :00 –21 : 00 Wita

Sabtu : Pukul 09:00 –12 : 00 Wita

Minggu: Pukul 09:00 –12 : 00 Wita

Informasi/Daftar Tlp WA 081231899594 / 081339765505

ALAMAT : GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA

Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar. Selatan Pura Desa dan Puseh, LIHAT PAPAN NAMA.

Kami juga menyediakan Solusi-Solusi Niskala bagi teman-teman yang punya keluhan/ masalah Niskala :

1. TAMBA PAWISIK, “Obat Segala Penyakit Niskala” seperti gambar di bawah ini

2. WARUNG KELIHATAN TUTUP “Suwung Mamung”, Pelanggan Kabur, Pedagang Tidak Betah, Hasil Tidak Mesari? 3 Tamba Ini Solusinya..

3. JANGAN BIARKAN TAKSU MEREDUP, APALAGI MATI, Tamba ini solusinya…

Sejatinya setiap orang terlahir membawa Taksu dalam kehidupannya. Ada yang metaksu sebagai penari, pejabat, pisnis, Wiraswasta dan lain sebagainya.

Sinar Taksu itu bisa dicek dengan kekuatan Supra Natural, dari Sinaran Cakra Siwa Duara manusia itu sendiri.

Namun terkadang Taksu Itu Akan Meredup, Bahkan Mati, ketika kita jarang sembhyang, jarang melukat, jarang berdana punia, sering emosi, sering ego, sering menghina orang, sering emosi, sering sakit, tidak berbakti sama orang tua, pernah keguguran/menggugurkan, melik, kelahiran panes, berselingkuh dll.

Efeknya Ketika Taksu Meredup/Mati
Rejeki Sret, Kisruh Dalam Rumah Tangga, Sulit Jodoh, Banyak Masalah, Perceraian, Sakit Keras, Emosi Tidak Stabil, Sulit Punya Keturunan, Susah Menerima Pelajaran, Nasib Selalu Sial, Tidak Disukai Orang dalam rumah tangga/pergaulan, Rejeki Tidak Mesari/Gali Lobang Tutup Lobang, dll

4. BERDAGANG BERBISNIS, NYUNGSUNG RATU BHATARA RAMBUT SEDANA

Namun, Blum Punya Gambarnya ? Rasanya Kurang “ Metaksu “

Bagi teman2 yang nyungsung Ratu Bhatara Rambut Sedana/Ratu Bhatara Mas Mlanting, yang belum punya gambar rerajahan beliau.

Kini sudah kami sedikan, agar suasana berdagang lebih metaksu, semoga “lais meseluk” dan rejeki mengalir dari segala arah.

5. TAKSU PENGASIHAN NISKALA

Dipercaya Berkasiat :

Memperlancar Karir, Pengasihan Pedagang/Pembisnis/Usahawan, Membuka Pintu Jodoh Ketutup Bagi Yang Sulit Jodoh, Menambah Karisma Kecantikan & Kewibawaan, Disenengi Dalam Pergaulan/Mertua/Pasangan, Mendambah Rasa Percaya Diri Bagi Yang Minder Dalam Pergaulan

Cocok Untuk, Seles Marketing, Maklar, Pedagang, Usahawan, Pembisnis, Pedagang Online, dll.

6. TAMBA SEMARA TUNGGAL

Solusi Niskala, Bagi Yang Lama Belum Punya Momongan

Hati Pasutri terkadang terasa begitu perih, ketika ditanya “Blum Hamil Ya?” Kamu kan sudah lama nikah, kok blum punya momongan, jangan jangan kamu mandul!”

Mau marah salah, mau diem sakit hati, mungkin itu yang dirasakan pasutri yang belum punya keturunan. Entah apa lagi yang harus mereka lakukan lagi ?

Segala upaya upaya sekala sudah mereka lakukan. Namun apa daya, harapan dan doa, selalu berlalu tanpa hasil.

TAPI SAHABATKU….BANGKITLAH….! SEGALA MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA. Yang Penting Kita Yakin, Percaya dan Taat, ASTUNGKARA KEICEN MOMONGAN.

SEKARANG MARI KITA TEMPUH UPAYA UPAYA NISKALA, SALAH SATUNYA DENGAN TAMBA SEMARA TUNGGAL. DISINI RATA RATA 3- 4 PASUTRI, BERHASIL MENDAPAT MOMONGAN SETIAP BULANNYA. MUNGKIN SELANJUTNYA……NASIB TEMAN…..!

7. BENTENGI BUAH HATI

Umur 3 Bulan Sampai Umur 6 Th

Banyak Orang Tidak Percaya Niskala. Tapi kalau sudah kena masalah/musibah, baru memburu solusi solusi niskala. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Kali ini kami akan memberikan solusi niskala, untuk buah hati kesayangan anda. Yaitu penyengker rare, untuk yang berusia 3 bulan sampe 6 th.

Agar tidak mendapatkan gangguan niskala setiap hari ketika malam tiba, atau merasa was was ketika ajak jalan2/kundangan.

Apalagi kalau yang “jail itu”, katanya ada serumah. Wah…ini tentu punya resiko yang cukup tinggi untuk keselamatan anak secara niskala.

Penyengker Rare Ini Solusinya, Agar Anak Anak Mendapat Benteng Dari Serangan Niskala.

8. DUPA PASUPATI RURUB GENI SAKTI

9. Sabuk Keselamatan MANIK MURTI GENI

CATATAN SEBAGAI PEMAHAMAN : Mahar Itu Hanya Biaya produksi, Untuk Tuah/Kasiatnya Tentu Tidak Bisa di Jual Belikan, Itu Kita Serahkan Pada Anugrah Yang Maha Kuasa.

Semoga Yang Memaharkan Berjodoh.

Segeralah Bagi Hatinya Yang Tergetar Sebelum Kehabisan. Dumogi Rahayu Sareng Sami.

Artikel yang Disarankan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *