BAGI TEMAN-TEMAN YANG INGIN MELAKSANAKAN PEBAYUHAN OTON & PENEBUSAN MELIK SECARA MANDIRI (BUKAN MASSAL), KHUSUS WUKU WAYANG
OTONAN MULAI – MINGGU, 10 AGUSTUS – SABTU, 16 AGUSTUS 2025

TERLAHIR SAAT WUKU WAYANG, sudah lumrah dipahami umat bahwa itu kelahiran melik pawukon yang perlu pebayuhan weton disertai dengan pementasan Wayang Sapuh Leger. Atau paling tidak, saat otonan bisa dilaksanakan ruwatan seorang Dalang Samirana, mendapatkan Penglukatan Asta Pungku,Sudha Mala, & Gangga Amerta
Maka Dari itu, Jro Dalang Badra yang merupakan seorang Dalang Samirina, sering dicari umat dari seluruh Bali untuk melaksanakan Pebayuhan Oton sekalian Penglukatan Jatma Melik lahir pada wuku Wayang.
Hal ini sangat perlu dilaksanakan oleh orang yang terlahir saat Wuku Wayang. Agar hidupnya tidak “dimangsa” Ida Bhatara Kala, hingga pendek umur. Menurut Sarinin Sastra Kala Tatwa & Rare Kumara Tatwa, Sang Dalang Samiranalah diberikan bisama/wewenang melebur ala pati Jatma Melik.
Karena kesalahan Ida Bhatara Kala memakan sesajen Dalang Samirana saat mengejar Rare Kumara yang akan dimakannya, karena terlahir Wuku Wayang ( selengkapnya silahkan baca Lontar Kala Tatwa/Rare Kumara Tatwa ).
Baca juga : Telat Metebusan Melik, Kadek Dede “HOMO”? Begini Kisahnya..
Selain itu orang terlahir Wuku Wayang, hati-hati juga dalam belajar spiritual karena gampang “keencegin” roh-roh yang beraliran kiri. Hingga senang/gampang pinunas di tempat tenget, atau gampang paham ketika belajar ajian kepengiwan dan bisa melaksanakan ilmu pengeliakan. Itu disebabkan karena kelahiran Wuku Wayang, nemu kala sungsang.
Untuk menetralisir hal itu, perlu dilaksanakan pebayuhan oton, & penebusan melik kelahiran wuku wayang.

Jangan pernah menyepelekan otonan, karena disini sejatinya awal sukses dan seimbangnya kehidupan manusia sekala niskala. Karena dalam pebayuhan otonan kita mempersembahkan saji pada jiwa yang reinkarnasi dalam tubuh. Serta memberi persembahan pada Nyapa Papat yang menemani kita hidup dan mengantar kita nantinya.
Kita sering kesana kesini sembahyang, tapi terkadang lupa untuk mempersembahkan upakara pada Sang Hyang Paran numadi/Sang Maha Jiwa. Jadi tentu jiwa kita akan tidak mengalami kesetabilan sekala niskala. Hingga jiwa tidak tenang, males belajar, males bekerja, males sembahyang dan lain sebagainya.
Selain itu juga, kita sering bangga makan enak, tapi Nyama Papat yang kita ajak lahir tidak pernah kita suguhkan apa apa. Tentu akan menjadi masalah yang sangat besar terkait kesetabilan hidup sekala niskala. ( Masak diajak saja, tak pernah dikasi upah, kita pun jengkel kalau diperlakukan seperti itu).
Padahal Nyama Papat inilah yang menjaga kita setiap hari dan menjaga kita saat tidur sampe mengantarkan kita nanti ke alam nirwana. Tapi kita sering mengabaikannya, hingga hidup kita seolah sendiri tidak ada yang membantu, susah, rejeki jauh, banyak masalah dan kesakitan.

Menurut Wacakan Kelahiran Lontar Raspati Kalpa, kelahiran Wuku WAYANG
Dewa Betari Sri,
Pengawak Jaya,
Kayu cempaka dan kaayu Wedi,
Burung Keker dan Burung Siung,
Binatang Liung, lintang werayang,
Pesimpenan gedung kunci,
Lumbung beisi,
Tabiat dan sifatnya : Banyak perilakunya, keras tabiatnya, kadang suka malas malasan, sukar disuruh, rupawan, gemar berhias, teliti, ia disukai oleh orang Agung, manis ujarnya, dikasihi oleh orang, ia suka memperlihatkan kebajikan, murah sandang rejekinya, hemat dan cermat, hatinya tajam, perintahnya gampang dimuka sukar dibelakang, ia tidak disukai /disusahkan oleh sanak saudaranyanya. Kematian saat berpoya poya/saat kemarahannya datang/atau saat cecok dengan kawan kawannya.

REDITE WAGE, WAYANG – MINGGU, 12 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : mempunyai bakat bertani, suka bekerja keras, suka bersemedi, darmawan dan murah hati, kehidupan akan menderita di usia belia dan remaja serta akan membaik diusia tua.
Selain itu orang lahir Minggu Wage, pintar menyembunyikan perasaanya, hingga sering terjebak pada keinginan mementingkan diri sendiri & keras hati. Maka dari itu untuk menetralisir efek buruk pada kelahiran ini, perlu diadakan pebayuhan oton dan melik pawukon. diruwat seorang Dalang Samirana, mendapatkan Penglukatan Asta Pungku, Sudhamala & Gangga Amerta. Karena walaupun dari Saptawara & Pancawaranya tidak melik, tapi dari Wukunya Melik.
SOMA KLIWON, WAYANG – SENIN, 11 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : Berwatak keras, mudah tersinggung, tetapi cepat melupakan dendam, pandai dan rajin bekerja, senang berkorban pada anak, keluarga dan orang tuanya, mudah mendapatkan kasih sayang orang, pandai berbicara, ramah, sering kehilangan.
Namun pengorbanan orang kelahiran ini, akan berakhir sia-sia/menyengsarakan dirinya, berkuping tipis dan mudah tersinggung.
Maka dari itu untuk menetralisir efek buruk pada kelahiran ini, perlu diadakan pebayuhan oton dan melik pawukon. Diruwat seorang Dalang Samirana, mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, & Gangga Amerta. Karena walaupun dari Saptawara & Pancawaranya tidak melik, tapi dari Wukunya Melik.

ANGGARA UMANIS, WAYANG – SELASA, 12 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : Berpikir maju dan tinggi cita-citanya, pendiriannya kuat, terampil dari bekerja, jujur, cemburuan, suka mencampuri urusan orang lain, suka memfitnah, kadang sulit diajak musyawarah, bisa kaya tapi sakit-sakitan. Hati hati menghadapi masalah orang lain, bisa membahayakan diri sendiri, akan berakhir dengan penyiksaan, hancur kehidupan lantaran dibelit hutang. Akan sering mengalami kebingungan di usia tua.
Menurut Wuku Saptawara dan pacawara kelahiran ini tergolong melik, perlu diadakan pebayuhan oton, melik kelahiran & melik pawukon. Diruwat seorang Dalang Samirana, mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, & Gangga Amerta
Baca juga : Kisah Nyata : TANGIS BERD@RAH “BU WAYAN”, Memecah Keheningan Di Pagi Itu
BUDA PAING, WAYANG – RABU, 13 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : Selalu berhati hati sebelum melakukan sesuatu, tidak suka mencampuri urusan orang lain, pemurah, hidup selalu bahagia, kadang kadang angkuh,suka menuruti hawa nafsunya.
Maka dari itu untuk menetralisir efek buruk pada kelahiran ini, perlu diadakan pebayuhan oton dan melik pawukon. Diruwuat seorang Dalang Samirana, mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, & Gangga Amerta. Karena walaupun dari Saptawara & Pancawaranya tidak melik, tapi dari Wukunya Melik.

WRASPATI PON, WAYANG – KAMIS, 14 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : Pemarah, berpenampilan rapi, budinya lemah lembut, berpikiran maju, tinggi cita citanya, terkadang suka memperlihatkan kesedihannya, semasa kecil penuh penderitaan, bila kaya akan mendapatkan celaka, sakitnya diakibatkan orang yang iri padanya dan merasa tersakiti. Usia hidup kelahiran Lintang Bade ini, antara 50-60 tahun saja.
Menurut Wuku Saptawara dan pacawara kelahiran ini tergolong melik, perlu diadakan pebayuhan oton dan melik pawukon. Diruwat seorang Dalang Samirana, mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, & Gangga Amerta

SUKRA WAGE, WAYANG – JUMAT, 15 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : Cerdas, berwatak keras, pendirian agak kaku, pendiam, jujur, murah hati, suka berkorban sesamanya & sanak saudaranya, sekalipun ia sendiri masih dalam kekurangan serta banyak hutang. Kelahiran ini dilarang berhutang sekecil apupun, agar mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya. Bahaya hidup dari kelahiran ini datang dari senjata tajam ( salah pati/kematiannya dibunuh ).
Menurut Wuku Saptawara dan pacawara kelahiran ini tergolong melik, perlu diadakan pebayuhan oton, Melik Kelahiran dan melik pawukon. Diruwat seorang Dalang Samirana, mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, & Gangga Amerta.
SANISCARA KLIWON, WAYANG – SABTU, 16 AGUSTUS 2025
Hasil wacakan menurut Lontar Raspati Kalpa : Peramah, sopan, pengampun, pandai berbicara, selalu hati hati dalam tindakannya, bisa bersuami atau beristri akan ditinggalkan ( menjanda/duda ). Kelahiran ini mudah berputus asa, tak habis habisnya dirundung duka, tidak dianggap oleh saudara kandungnya, rentan terjadi perselingkuhan dan pengujung hidup laksana neraka.
Menurut Wuku Saptawara dan pacawara kelahiran ini tergolong melik, perlu diadakan pebayuhan oton, melik kelahiran dan melik pawukon. Diruwat seorang Dalang Samirana, mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, & Gangga Amerta
OTONANNYA BERTEPATAN DENGAN HARI KAJENG KLIWON (TUMPEK WAYANG), WENANG MELAKSANAKAN PEBAYUHAN, ITU SUDAH LUMRAH

PELAYANAN UMAT DI GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA : Pengobatan Segala Penyakit Niskala, Pewacakan Kelahiran, Pebayuhan Oton, Penebusan Melik, Megedong Gedongan, Menek Kelih, Pewintenan, Pengidep Hati, Pemarisudha Karang dll.
TIPS MEBAYUH OTON YANG BAIK SECARA NISKALA. Banyak orang mebayuh oton asal cepat, asal dekat, ulah pragat dan murah. Namun yang perlu sangat diperhatikan dalam urusan niskala bukanlah itu. Agar apa yang dilaksanakan tidak percuma, hal hasil tidak ada efek niskalanya.
Karena upacara itu hanya sebatas seremonial biasa saja. Salah satu hal yang sangat penting harus diperhatikan ialah Taksu Tempat dan Taksu Pinandita/Pemangku yang melaksanakan upacara. Untuk mengecek tempat dan taksu yang muput baik. CIRINYA TEMPAT ITU SELALU RAMAI DAN BANYAK DICARI ORANG.

Ibarat warung makan, kalau sudah ramai pembelinya, pasti makanan disana enak dan memuaskan. Karena pakaian putih, pandai memantra tak jaminan semua menjadi baik secara niskala. Karena pakain putih bisa dibeli, buku pun bisa dibeli. Namun TAKSU hanya milik Tuhan/Sesuwunan, yang diberikan pada orang orang tertentu saja. Serta orang mataksu pasti akan selalu dicari banyak orang.
𝑩𝒂𝒄𝒂 𝒋𝒖𝒈𝒂 : KISAH NYATA – “Apit Wangke Kembali Menyurat Kisah Kematian.

CIRI CIRI ORANG GAGAL MELAKSANAKAN PENEBUSAN MELIK ??
1. TIDAK MANUTIN SASTRA
Artinya dia ogah-ogahan/setengah hati metebusan Melik, “Ulah Paek/Pang Kala Pragat. Jadi metebusan melik tidak pada tempat yang benar/tidak mendapatkan ruwatan Dalang Samirana.
2. PEMUPUT TIDAK MEMPUNYAI TAKSU YANG KUAT.
Bagaimana caranya tau, yang muput itu punya taksu yang kuat?
Jika ibaratkan dagang, biar gampang dimengerti, dagangannya akan selalu antre pembeli, pembelinya tak peduli antre lama, walau siang dan malam. Karena mereka mendapatkan kepuasan yang tidak ternilai harganya. Bicara masalah taksu, kami jadi teringat seorang oknum yang sudah disucikan oleh umat, beriklan di sosmed memajang fotonya dengan label iklan banten, 1,5 juta, 2 juta, 3 juta dst. Kami sejenak merenung & bertanya dalam hati. “ Bukannya orangnya suci setingkat itu sudah lepas keduniawiannya. Ini kok malah kesannya bisnis banget kayak supermarket saja ?? Apa itu tidak melanggar sesana kesuciannya? Tidakah nanti taksunya, palsu?? Takutnya nanti dibuli umat dibilang Cangak Meketu “. Ampura…semeton ini hanya renungan pribadi kami sebagai penulis saja. Jawabannya silahkan renungkan sendiri. Hehehe.

3.TERGIUR IKLAN MURAH/GRATIS MERIAH DI SOSMED
Kami sudah melaksanakan penebusan melik, sejak tahun 2008, baik secara pribadi dan massal. Waktu itu belum begitu banyak yang melaksanakan acara ini. Tapi sekarang semenjak Virus menggrogoti isi pertiwi. Sangat banyak orang melaksanakan acara seperti ini, serta biaya pun sangat murah-murah. Ada juga yang membuat miris, terkadang orang yang tidak berkopenten di bidang niskala, ikut ikutan melaksanakan acara bernuansakan Niskala. Misalnya villa, berubah menjadi tempat spiritual menggelar Yadnya, ada juga sekelompok orang mengadakan acara Gratis, untuk menggalang masa dengan tujuan akhir dibelakangnya masih terselubung. Semoga saja ujung-ujungnya tidak manjadi ranah politik, dengan tujuan mendapatkan suara. Jadi temanku pembaca yang terhormat, masalah melik adalah masalah nyawa. Carilah yang baik dan benar, sudah berpengalaman. Bukankah Yadnya itu adalah korban suci yang tulus iklas. Jadi kalau teman-teman tidak berkorban apalagi tidak tulus iklas, apakah itu termasuk katagori beryadnya ? silahkan renungkan sendiri dalam hati yang jernih.
Baca juga : AWAS! Melik Jangan “DITUTUP” | Ini Rahasia Niskalanya…
4.TIDAK PAHAM TENTANG BANTEN
Kami sering tersenyum jika ada orang yang bertanya yang tidak paham dengan Kaidah Yadnya/Banten Penebusan Melik. Ketika mereka bertanya biaya, kami pun beritahu paling kisaran biaya banten penebusan melik 1 juta – 2 juta yang tergolong utama. Trus mereka jawab “ ngih suksema, tiang disini aja ikut yang lebih dekat dan murah, disini ada yang biayanya 150 ribu atau 500 ribu an.
Sebenarnya teman-temanku pembaca yang terhormat. Kami pun bisa dengan biaya semurah itu. Tapi bantennya biasanya tingkatnya paling nista. Ingat teman-teman pembaca sekali lagi tak bilang, “biaya itu murah karena bantennya tinggkatannya paling nista”. Tapi orang yang tidak tau banten akan senang saja dapat murah, & yang menjualnya senyum senyum saja, karena yang beli banten itu dapat “diakali”.
Coba saja teman2 logikakan, ada tempat orang metebusan melik biaya Rp 150.000. Sedangkan orang metebusan itu tingkatan bantennya manut sastra minimal utama, pejatinya saja terkadang menggunakan 5 pejati, belum banten banten yang lainnya. Sedangkan harga pejati dipasaran, boleh teman-teman cek Rp 50.000 untuk satu pejati. Kalau dikalikan 5 jadi 250 ribu. Sampai disini paham kan ??. Itu saja sudah kurang biayannya, apalagi buat banten penebusan yang utama.
Jangan jangan itu hanya melukat biasa saja dengan 1 pejati & tebasan urip oton, trus dibilang mebayuh/penebusan murah ( Hati hati nanti tak ada efeknya secara niskala ).
Gedong Suci tidak akan pernah memberikan upakara banten yang tingkatnya Nista. Karena kami tidak berani main-main dengan nyawa orang melik.

Upakara penebusan harus seimbang dengan masalah-masalah yang dihadapi, agar tidak menyesal dikemudian hari. “Takut Ngetel Payu Mekebyos”, istilahnya biar seimbang obatnya dan sakitnya. Jangan orang sakit parah dikasi obat Generik. Kapan sembuhnya? Keburu dipanggil Hyang Maha Kuasa.
5. SOMBONG, & MEBOYE. Orang sombong & moboye, sering berkata seperti ini terhadap dunia niskala : “Ah..sing ada keto, to gugu, mekejang lakar mati “. Mungkin saat berkata seperti itu ia masih sehat dan perutnya masih kenyang, kantong masi berisi. Tapi nanti kalau sudah sakit dan tak sembuh di medis, datang ke tempat pengobatan niskala bawa pejati, memelas bilang nunas urip, “ nyen kal uluk-uluk, hehehe”. “Yen be tawang mekejang lakar mati, ya..tak usah sekolah, tak usah makan, sakit juga tak usah berobat ke medis, kan percuma karena semua akan mati“. Kan gitu logika warasnya nya….

APA BUKTI IDA SESUWUNAN DI GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA PUNYA TAKSU YANG KUAT ??
INI BUKTINYA :

Foto foto ini merupakan salah satu bukti kuatnya Taksu Ida Sesuwunan yang disungsung di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala. Coba saja teman-teman pikir dengan kesadaran spiritual. Orang yang sudah diponis mandul 15 tahun, kista, parikokel, kanker di rahimnya, yang buntu jalannya di medis untuk mendapatkan momongan.
Yehh….baru datang ke Gedong suci nunas ica ring Sesuwunan, EH …JEG HAMIL SEMETON. INI FAKTA DAN BUKTI NYATA YANG TIDAK BISA DIBANTAH SIAPAPUN. INI HANYA BEBERAPA FOTO, DARI RATUSAN ORANG YANG TELAH MENDAPATKAN TAKSU LUWIH UTAMA TERSEBUT.
Nah..bagi teman-teman yang sudah terlanjur metebusan melik di tempat lain atau akan melaksanakan penebusan melik. SILAHKAN DICEK DAN KROSCEK DULU PROFILNYA DI MEDIA SOSIAL TEMPAT UPACARA/YANG MUPUT. APAKAH TAKSUNYA “MANIK SEKECAP” terbukti nyata seperti di Gedong suci ? ”.
Kalau ya…kami yakin & percaya penebusan melik teman-teman akan tembus sekala niskala. Artinya kematian akibat melik akan dibayarkan sempurna, hingga menjadi panjang umur. Tapi kalau profilnya hanya bermodal gaya saja/mepayas grende grende ,nyerem2 saja, dan foto sesuwunan di publikasikan, kami yakin penebusan teman-teman disana hanya sekedar seremonial belaka.

BAJU BISA DIBELI, ISI LONTAR BISA DI DOWNLOAD DI MEDSOS, MANTRA BISA DIHAPALKAN, TAPI TAKSU HANYA PENUGRAN HYANG MAHA KUASA. DIBERIKAN KHUSUS PADA ORANG-ORANG TERTENTU SAJA.
𝑩𝙖𝒄𝙖 𝙅𝒖𝙜𝒂 : Kisah Nyata – MEBOYA MEKADA SENGKALA “Lima Keles, Mara Eling”
INI KATAGORI KELAHIRAN YANG PATUT DITEBUSIN :
SAPUH LARA PEMANUMADIAN
1. NATAN NEMU URIP, penebusan/pebayuhan bagi yang tidak pernah meotonan, tidak tau otonan.
2. NEMU BAYA, penebusan bagi yang sering kesakitan sering kena tipu, sering di fitnah, selalu gagal dalam mencapai keinginannya.
3. SENGGAMA KAON, penebusan mala leteh bagi sering berhubungan badan sebelum menikah, berhubungan badan dengan dalam status selingkuh, berhubungan badan sesama jenis
4. SEMARA DUDU, sulit mendapatkan jodoh, atau kawin cerai berkali kali dan mandul.
5. LUMBUNG KETIUP ANGIN, sulit rejeki, mengalami kebangkrutan, dan rejeki tak pernah mesari ( gali lobang tutup lobang )

6. MALA KAURIPAN, penebusan mala, karena menikah saat hamil dan potong gigi saat hamil, serta lelaki tidak bisa panjangan rambut saat istri hamil, karena tugas kerja dan keperluan dinas.
7. SATRU ATURU, sering mimpi buruk, mimpi mesiat, sering mendengarkan suara aneh, sering mimpi dapat paica, mimpi ada blabar agung/sunami dll
8. RARE NGAMBEK DETYA, penebusan untuk anak yang membandel, sulit dinasehati, tidak mau belajar/sekolah, ngelawan orang, selalu main hp, dll
9. MANGKU PUTUNG, Penebusan bagi yang keturan mangku, balian dan sejenisnya , yang tidak bisa mewariskan tugas leluhurnya.
10. RARE KEPINGIT, Penebusan untuk anak hasil “ NUNAS”
11. LARE SALAH OTON ,& SALAH ARAN, Penebusan bagi yang salah menentukan oton dan nama terlalu berat/mendatangkan masalah.
12. PENEBUSAN KELAHIRAN RANGDA TIGA, Wuku yang kena Rangda Tiga, Wuku Menail, Prangbakat, Warigadian, Pujut, Wariga, Pahang
13. PENEBUSAN PETEMON ALA, pernikahan beda kasta, beda soroh, beda agama, petemon panes, Manutin Saptawara Pancawara.
15. PENEBUSAN MELIK : Menetralisir segala jenis melik dalam diri manusia, agar tidak salah pati ulah pati.

APA SEBENARNYA ITU MELIK ??
Melik itu sebenarnya merupakan sebuah anugrah yang luar biasa, Jika Orang Itu Sudah melaksanakan penebusan melik 3 Kali, Rajin-rajin Sembahyang, Melukat dan melaksanakan Pewintenan Saraswati. Biasanya orang seperti ini akan jadi orang yang sukses, bermatabat dan “Kesihin Widhi”.
Kalau tidak penebusan biasanya rejeki akan sret, sering bertengkar dirumah tangga tanpa henti, sakit sakitan, Salah paham dikeluarga berujung perceraian, tak bisa punya keturunan, bahkan berumur pendek dan lain sebagainya.
Ada orang yang baru bisa berteori belum menjadi Praktisi, mengatakan Melik itu tidak apa, cukup berdoa saja, dan berpikir positif. Mereka itu tidak mengalami bisa saja mereka berkata seperti itu, tapi bagi yang mengalami mereka akan sulit menerima itu karena hidupnya dalam penderitaan, rejeki sret dan kesakitan atau ada salah satu keluarganya sudah meninggal karena melik.
Sama seperti melihat orang sakit dirumah sakit, pasien tidak hanya cukup dengan berpikir postif dan berdoa TAPI MEMERLUKAN TIDAKAN MEDIS UNTUK KESEHATANYA.
Sama juga seperti penyakit niskala dan melik, tidak cukup hanya berdoa dan berpikir positif, semua perlu TINDAKAN SESUAI PETUNJUK SASTRA/LONTAR YANG ADA.
HATI HATI METEBUSIN MELIK, JANGAN ASAL PRAGAT, ASAL PAEK, ASAL ENGGAL. NAMUN TIDAK SESUAI DENGAN SARININ SASTRA.
𝑩𝒂𝒄𝒂 𝒋𝒖𝒈𝒂 : Kisah Nyata – “Akhirnya Meninggal Setelah Metebusan Melik, Ternyata Ini Penyebabnya”
BANYAK YANG METEBUSAN MELIK ULANG DI GEDONG SUCI, KARENA HAL INI YANG TIDAK DIKETAHUI.
Ada 5 Hal Yang Harus Benar Diperhatikan Saat Ingin Metebusan Melik, Agar Efeknya secara Niskala memang baik, tidak hanya sekedar sremonial belaka. Di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala, ribuan orang sudah melaksanakan penebusan segala jenis melik dan upacara lainnya.
1. Menurut petuah ajaran leluhur, tetua terdahulu dan tokoh-tokoh spritual yang memahami sarinin sarinin sastra kelahiran melik, banyak yang menyarankan dan meyakini bahwa orang melik sebaiknya mendapatkan penglukatan Sudha Mala dan Asta Pungku dari seorang Dalang Samirana saat melaksanakan penebusan/pebayuhan/metubah melik.
2. Seorang Dalang itu juga harus mempunyai TAKSU YANG BAIK. Terbuktikan oleh banyak punya murid dan banyak umat yang datang untuk melaksakan upacara. Agar mantra yang diucapkan benar-benar “nyusup” pada orang yang diupakarai. Ciri kalau tidak/kurang mataksu, jarang/tidak akan ada orang yang mencari.
3. Radius Penebusan Melik, akan sangat dasyat secara niskala jika di dudukung oleh tempat. Misalnya langsung di Ajeng Sesuwunan, tidak dilapangan,parkiran atau tempat umum lainnya. Sama halnya seperti kita sembahyang di Pura dan di Lapangan, kan memang lain rasanya. Serta kebetulan penebusan melik langsung di Gedong Suci dilaksanakan di Ajeng 29 Sesuwunan yang melinggih di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala.
4. Tapak Widhi, Saat Prosesi acara Penebusan, Ida Sesuwunan langsung tedun Napak Umat. Hingga yang kena gangguan niskala, misalnya di ganggu wong samar, cetik, pepasangan, bebai, akan langsung keluar di tempat, tanpa di sentuh Jro Dalang. Teman2 yang ikut nanti, tentu akan merasa merinding sekali, betapa sakralnya peristiwa itu, peserta mendadak kesurupan, memuntahkan cetik dan lain sebagainya. INI TIDAK ADA DI TEMPAT LAIN KHUSUS DI GEDONG SUCI.
5. BANYAK YANG TIDAK TAU, Mana penebusan melik, mana bayuh oton, mana bayuh petemon, mana bayuh manusa kasakitan, mana bayuh manusa atma katuran dll. SERING KALI BAYUH OTON ITU DIANGGAP PENEBUSAN MELIK. PADAHAL ITU UPAKARANYA BEDA, TEMPATNYA BEDA, TUJUANNYA BEDA, MANTRANYA PUN BEDA.

INILAH ORANG MELIK YANG PATUT DITEBUSIN.
Ada Beberapa Jenis Melik, Melik Adnyana, Melik Ceciren, Melik Kelahiran.
MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak.
Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan LIak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur. Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau mangku kalau dia punya keturuan/waris mangku/balian dan senang belajar spiritual. Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnayana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkominikasi dengannya.
MELIK CECIREN, orang melik ceciren ada tanda dalam tubuhnya, terkadang di dunia niskala atau di sekala kelihatan nya.
TANDA TANDA MELIK CECIREN
1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.
2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.
3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.
MELIK KELAHIRAN, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.
Diantaranya :
1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )
4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
5. Jempina ( anak lahir premature )
6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
11. Walika ( orang kerdil )
12. Wujil ( orang cebol )
13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara – perempuan – laki – perempuan )
17. Telaga Apit Pancoran ( laki – perempuan – laki )
18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
19. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )
20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )
22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )
23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )

Selain kelahiran melik ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.
KELAHIRAN MENURUT WUKU : Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.
KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA, Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.
𝑩𝒂𝒄𝒂 𝒋𝒖𝒈𝒂 : Kisah Nyata – “KETIKA ORANG MELIK, PUNYA ANAK MEMEDI”, Begini kisahnya…
Dari Kelahiran di atas, menurut Saptawara, Pancawa & Wuku, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll. Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya. Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke tempat, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.
KAMI AKAN GELAR PEBAYUHAN INI SECARA MANDIRI ( BUKAN MASSAL ) , SESUAI HARI OTONAN.
INFORMASI BIAYA WA 081 231 899 594 DAN BISA LANGSUNG DATANG DI HARI OTONAN. BISA JUGA KONSULTASI LANGSUNG KE GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA
JADWAL BUKA :
Selasa & Kamis : Pukul 19 :00 – 21 : 00 Wita
Sabtu & Minggu Pukul 09:00 –12 : 00 Wita
LOKASI UPACARA : 𝐏𝐔𝐑𝐈 𝐘𝐀𝐃𝐍𝐘𝐀 – 𝐉𝐥𝐧, 𝐑𝐚𝐲𝐚 𝐍𝐲𝐮𝐡 𝐊𝐮𝐧𝐢𝐧𝐠, 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐌𝐚𝐬, 𝐊𝐞𝐜. 𝐔𝐛𝐮𝐝, 𝐊𝐚𝐛. 𝐆𝐢𝐚𝐧𝐲𝐚𝐫, 𝐁𝐚𝐥𝐢 (𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐦𝐮𝐫 𝐬𝐞𝐭𝐫𝐚 𝐍𝐲𝐮𝐡 𝐊𝐮𝐧𝐢𝐧𝐠) 𝟓𝟎 𝐦𝐞𝐭𝐞𝐫 𝐤𝐞 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚, 𝐋𝐈𝐇𝐀𝐓 𝐏𝐀𝐏𝐀𝐍 𝐍𝐀𝐌𝐀










