GELAR KEMBALI PEBAYUHAN OTON DAN PENEBUSAN MELIK KHUSUS WUKU KUNINGAN, SECARA MANDIRI (BUKAN MASSAL)
OTONAN MULAI MINGGU, 23 NOVEMBER 2025 – SABTU, 29 NOVEMBER 2025

Informasi pendaftaran Telp/ WA 081 231 899 594/ 081 246 887 662
Jangan pernah menyepelekan otonan, karena disini sejatinya awal sukses dan seimbangnya kehidupan manusia sekala niskala. Karena dalam pebayuhan otonan kita mempersembahkan saji pada jiwa yang reinkarnasi dalam tubuh. Serta memberi persembahan pada Nyapa Papat yang menemani kita hidup dan mengantar kita nantinya.
Kita sering kesana kesini sembahyang, tapi terkadang lupa untuk mempersembahkan Upakara pada Sang Hyang Paran numadi/Sang Maha Jiwa. Jadi tentu jiwa kita akan tidak mengalami kesetabilan sekala niskala. Hingga jiwa tidak tenang, males belajar, males bekerja, males sembahyang dan lain sebagainya.
Selain itu juga, kita sering bangga makan enak, tapi Nyama Papat yang kita ajak lahir tidak pernah kita suguhkan apa apa, tentu akan menjadi masalah yang sangat besar terkait kesetabilan hidup sekala niskala. ( Masak diajak saja, tak pernah dikasi upah, kita pun jengkel kalau diperlakukan seperti itu).
Padahal Nyama Papat inilah yang menjaga kita setiap hari dan menjaga kita saat tidur sampe mengantarkan kita nanti ke alam nirwana. Tapi kita sering mengabaikannya, hingga hidup kita seolah sendiri tidak ada yang membantu, susah, rejeki jauh, banyak masalah dan kesakitan.
Baca juga : INI PERTANDA KEMATIAN MELIK ADNYANA ITU MENDEKAT
Menurut Wacakan Kelahiran Lontar Raspati Kalpa, Pengaruh Pengaruh Dari Pada “Saptawara, Pancawara, & Wuku” Terhadap Kelahiran Manusia
Wuku KUNINGAN, :
Dewa Betara Indra,
Pengawak sang kala Dengen,
Kayu kepuh dan wijakesuma,
Burung kepudang dan Puwuh,
Binatang Koci,
Lintang Kukus,
Pesimpenan gedung terbuka ( Boros Hidupnya )
Lumbung tertutup ( Susah Rejekinya )

TABIAT ATAU SIFATNYA : tidak memperhatikan miliknya, gesah perlakuannya, enak bicaranya, suka membesarkan diri, indah rupanya, suka menjauhkan diri dari keramaian, besar angkuhnya, sangat teiliti dan berhati-hati, baik budinya, sewaktu-waktu kikir, Kadangkala ada pikirannya pikiran negatif yang mempengaruhi hidupnya, tak orang senang bernaung padanya, dalam hidupnya, terhalang karena, ditinggalkan abdi/susah mendapatkan kawan.
OTONAN JATUH PADA :
REDITE WAGE, KUNINGAN – MINGGU, 23 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Sangsara di masa kecil, segala usaha tidak menemukan hasil. Keras hati, sering terjebak keinginan mementingkan diri sendiri. Kelahiran Penjelmaan Sang Wasi Baya ( akan selalu mandapat bahaya ). Tergolong kelahiran melik, wajib diruwat Dalang Samirana. Mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudamala & Gangga Amerta.

SOMA KLIWON, KUNINGAN – SENIN, 24 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Pengorbanannya justru menyengsarakan diri sendiri, berkuping tipis, & mudah tersinggung. Kebaikannya selalu dimanfaatkan orang lain. Tergolong kelahiran melik, wajib untuk melaksanakan pebayuhan oton dan melik, diruwat Dalang Samirana. Pawetonan Pas Pemacekan Agung, Pinih Tenget, Tergolong Nunggal Melik Dewa & Durga, Sering Di Fitnah Bisa Ngeliak, Wajib Melaksanakan Pebayuhan. Mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
Baca juga : Kisah Nyata – MEBOYA MEKADA SENGKALA “Lima Keles, Mara Eling”
ANGGARA UMANIS, KUNINGAN – SELASA, 25 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Hati hati menyampuri masalah orang lain. Karena akan mendatangkan masalah pada diri sendiri. Hindari berutang, karena sekali berutang akan sulit untuk mengembalikan. Sifatnya pencemburu dan sering kebingungan. Untuk menetralisir efek negative dari kelahiran ini sebaiknya dilaksanakan pebayuhan oton. Mendapatkan penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
BUDA PAING, KUNINGAN – RABU, 26 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Selalu berhati-hati dalam bertindak, Terkadang angkuh, sering menuruti hawa nafsunya. Mempunyai kewaspadaan yang tinggi, dan umur panjang. Untuk menetralisir efek negativ dari kelahiran ini, sebaiknya dilaksanakan pebayuhan oton. Mendapatkan penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.

WRASPATI PON, KUNINGAN – KAMIS, 27 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Bahaya selalu datang dari orang yang membencinya baik sekala niskala. Selalu sulit mendapatkan kebahagian dan kesakitan. Kematian saat puncak kebahagiaan atau tengah umur. Tergolong Melik yang sangat keras, Kena Lintang Bade (Layu Nedeng Mebunga). Sebaiknya segera dibayuh Oton dan Melik, dan diruwat Seorang Dalang Samirana. Mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
Baca juga : Kisah Nyata – “Akhirnya Meninggal Setelah Metebusan Melik, Ternyata Ini Penyebabnya”

SUKRA WAGE, KUNINGAN – JUMAT, 28 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Orangnya jujur suka menolong, namun selalu mendapatkan kesangsaraan. Bahaya nya dari senjata tajam, hindari untuk bermusuhan dan berutang. Keras hati tidak bisa dibantah keingiannya. Untuk menetralisir efek negatif dari kelahiran ini, sebaiknya dilaksanakan pebayuhan oton. Mendapatkan penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
SANISCARA KLIWON, KUNINGAN – SABTU, 29 NOVEMBER 2025.
Hasil Wacakan : Selalu berhati hati dalam hidupnya. Kalau menikah bisa meninggal salah satu, atau dicarikan madu, adanya perselingkuhan atau sering kesakitan. Tidak disukai saudara kandungnya, hidup penuh masalah. Tergolong kelahiran melik, wajib diruwat Dalang Samirana. Mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
OTONANNYA JATUH SAAT HARI RAYA KUNINGAN DAN KAJENG KLIWON, SEBAIKNYA MELAKSANAKAN PEBAYUHAN, AGAR TIDAK APREMADE DEWA.

PELAYANAN UMAT DI GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA : Pengobatan Segala Penyakit Niskala, Pewacakan Kelahiran, Pebayuhan Oton, Penebusan Melik, Megedong Gedongan, Menek Kelih, Pewintenan, Pengidep Hati, Pemarisudha Karang dll.
TIPS MEBAYUH OTON YANG BAIK SECARA NISKALA. Banyak orang mebayuh oton asal cepat, asal dekat, ulah pragat dan murah. Namun yang perlu sangat diperhatikan dalam urusan niskala bukanlah itu. Agar apa yang dilaksanakan tidak percuma, hal hasil tidak ada efek niskalanya. Karena upacara itu hanya sebatas seremonial biasa saja.
Salah satu hal yang sangat penting harus diperhatikan ialah Taksu Tempat dan Taksu Pinandita/Pemangku yang melaksanakan upacara. Untuk mengecek tempat dan taksu yang muput baik. CIRINYA TEMPAT ITU SELALU RAMAI DAN BANYAK DICARI ORANG.

Ibarat warung makan, kalau sudah ramai pembelinya, pasti makanan disana enak dan memuaskan. Karena pakaian putih, pandai memantra tak jaminan semua menjadi baik secara niskala. Karena pakaian putih bisa dibeli, buku pun bisa dibeli. Namun TAKSU hanya milik Tuhan/Sesuwunan, yang diberikan pada orang orang tertentu saja. Serta orang mataksu pasti akan selalu dicari banyak orang.
Baca juga : Telat Metebusan Melik, Kadek Dede “HOMO”? Begini Kisahnya..
Bagi Teman2 Yang Ingin Melaksanakan Pebayuhan Ini Secara Mandiri ( Bukan Massal ), Sesuai Hari Otonan.
INFORMASI SELENGKAPNYA TLP/ WA 081 246 887 662/ 085 337 255 774.
BISA JUGA KONSULTASI LANGSUNG KE GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA
JADWAL BUKA :
Selasa & Kamis : Pukul 19 :00 – 21 : 00 Wita
Sabtu & Minggu Pukul 09:00 –12 : 00 Wita
LOKASI UPACARA : PURI YADNYA – Jln. Raya Nyuh Kuning , Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar (Sebelah Timur Setra Nyuh Kuning ke Utara ), LIHAT PAPAN NAMA.
DILARANG MENG COPY PASTE ARTIKEL INI TANPA IZIN, KARENA ITU MERUPAKAN KEJAHATAN YANG TIDAK BERADAB. TULISAN ADALAH SEBUAH KARYA KEKAYAAN INTLEKTUAL YANG PATUT DIHARGAI & MEMILIK HAK CIPTA, BAGI PLAGIATOR BISA DITUNTUT SECARA HUKUM.










