{"id":560,"date":"2024-04-01T04:48:06","date_gmt":"2024-04-01T04:48:06","guid":{"rendered":"https:\/\/baliniskala.com\/?p=560"},"modified":"2024-04-01T04:48:07","modified_gmt":"2024-04-01T04:48:07","slug":"lagi-dan-lagi-terjadi-menjanda-di-umur-kehamilan-2-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/2024\/04\/01\/lagi-dan-lagi-terjadi-menjanda-di-umur-kehamilan-2-bulan\/","title":{"rendered":"Lagi dan Lagi Terjadi &#8220;MENJANDA DI UMUR KEHAMILAN 2 BULAN&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"500\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-1024x500.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-561\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-1024x500.png 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-300x146.png 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-768x375.png 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-1536x749.png 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-2048x999.png 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/AKIBAT-TAK-PERCAYA-MELIK-123x60.png 123w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201c Lagi lagi\u2026dan lagi, kenapa harus seperti ini ?\u201d, itulah yang ada dalam hati kecil tiang, ketika menerima WA dari seorang teman yang mempunyai KASUS MELIK CECIREN, YAITU KADENGAN DI KELAMINNYA. Ketika itu matahari sudah tidur, dan bulanpun mulai beraktifitas di angkasa seindah alunan yang music Gayatri menenangkan jiwa. Namun suasana itu mendadak menjadi gundah, ketika membaca Wa seorang teman kita yang telah menjadi JANDA, diusia pernikahan 3 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>WA nya \u201c OM Swastiastu Jro, tiang kayun konsultasi. Sapuniki, tiang mempunyai kadengan di bibir kelamin, Punapi nika ngih? Nunas tulung di Cek, Niki Foto tiang yang terbaru. ( Dia Kirim Fotonya ).<\/p>\n\n\n\n<p>Tiang pun melihat Aura Melik, teman kita ini melalui media fotonya, dan tiang menjawab dengan singkat \u201c Om Swastiastu, Ibu nika aura meliknya sudah sangat keras sekali, tergolong Awassss\u2026sebaiknya segera ditebusin, kalau belum pernah ditebusin. Efek dari Melik Kadengan di Kelamin Ini, Biasanya emosi sulit terkendali, rejeki menjauh, sulit jodoh, dan kalaupun dapat jodoh biasanya pasangan ( suami\/istri ) akan pendek umur\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mendapat jawaban itu, ia malah mengirim stiker menangis, dan tidak menjawab kata kata tiang, dan malah dilanjutkan dengan upload foto seorang lelaki yang sedang dimandikan oleh banjar ( sudah meninggal). Tiang terkejut dengan foto itu, dan bertanya \u201c sapunapi niki ? \u201c Lama WA itu tidak dijawab, tiang pun masih penasaran. Sejam dia balas Wa Lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>                \u201c Ampura Jro..tiang baru balas, tadi tiang menangis, sampai gak bisa menulis. Yang tadi nika foto suami tiang, dia meninggal setelah tiga bulan pernikahan kami. Dan tiangpun mengandung 2 bulan waktu ini. Tiang sendiri ada kadengan dikelamin, dan itu telah merenggut nyawa suami tiang. Akibat kebodohan tiang sendiri, padahal tiang sudah tau hal melik itu, sudah pernah konsultasi sama jro dulu, namun tiang anggap hanya mitos <strong><em>\u201c hidup mati itu kan di tangan Tuhan, Masak Karena Kadengan\u201d<\/em><\/strong>, tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi saya baru pecaya hari ini, bahwa saya memang orang bodoh, sungguh bodoh tidak mempercayai yang jro katakan. Ditambah lagi mepeluasan dulu, setelah suami tiang meninggal dia berkata sambil menangis dengan media balian tersebut , Katanya <strong><em>\u201c Gek\u2026..Bli sayang ngajak gek, sakewala ah mone tuwuh beli di gumine. De engsap engsap nyayangin panak bli ane ada di basang Gek jani. Sayangin ia, buka gek nyayangin Bli. Gek Nika anak Melik, ada kadengan di prana<\/em><\/strong>. <br><br><strong><em>Nah Bli Jani dadi penebusne, mapan iraga tusing nebusin angen banten. Eda Gek sebet\u2026eda masih gek mulih ke umah bajang. Reraman bli, pasti lakar nyayangin Gek\u2026di jumah bli. Karena tusing ada nyen buin. Bli masih anak tunggal, bli masih Melik, ento mawinan mekejang dadi buka kene\u201d.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tiang pun sangat sedih membaca WA ini, andai waktu bisa diputer, mungkin tiang bisa melakukan hal lain untuk menyelamatkan semua ini. Namun apa daya\u2026semua sudah terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Teman pembaca yang Terhormat, : KADENGAN APIT WANGKE , tergolong melik dan kadengan itu ada disekitar kelamin, baik hidup maupun mati. Kadengan apit wangke artinya bercak hitam, apit wangke artinya dikelilingi mayat. Jadi orang yang kadengan itu, terasa hidup panes, dan seolah berada di antara kematian. Efeknya biasanya rejeki sret, kisruh dalam rumah tangga, perceraian dan pasangan biasanya meningga muda. Jika wanita kadengan biasanya lelakinya umurnya pendek, jika lelaki kadengan wanitanya biasanya meninggal muda, seperti yang telah dialami teman kita tadi . Kalau kedua kadengan biasanya pisah cerai, dan sebaiknya keduanya segera ditebusin. Hidup dan mati memang di Tangan Tuhan, tapi sastra ini juga dibuat oleh para leluhur kita dulu, sebagai perpanjangan tangan Tuhan, untuk menyampaikan ceciren hidup pada manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini semua biasanya kembali pada kharma masing masing. Ketika kharma masalalu di kehidupan dulu baik, biasanya nasib jelek ini akan belakangan datang. Tapi kalau kharma masa lalu jelek, baru lahir orang melik biasanya sudah sakit sakitan penuh penderitaan. Tapi sekarang biasanyanya sedikit orang percaya niskala, karena merasa sok mederen, tapi kalau sudah kejadian baru kesana sini bawa canang, yang sudah terlambat, biasanya sudah tidak bisa disembuhkan, tapi dalam pikiran meraka balianlah yang mengada ngada karena mereka tidak sembuh. Padahal penyakit niskala sama juga dengan medis, kalau sudah terlambat kami hanya bisa memberikan kata motifasi agar pasien itu bersemangat hidup, walau pun dalam tiorinya tak lama lagi orang itu pasti hancur\/meninggal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>APA SEBENARNYA ITU MELIK??<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>MELIK ITU SEBENARNYA MERUPAKAN SEBUAH ANUGRAH YANG LUAR BIASA, Jika Orang Itu Sudah Metebusin\/Mebayuh Melik 3 Kali, Rajin2 Melukat dan Melaksanakan Pewintenan Saraswati. Biasanya Orang Seperti Ini Akan Jadi Orang Yang Sukses, Bermatabat dan Kesihan Widhi. Kalau tidak mebayuh biasanya rejeki akan sret, sering bertengkar dirumah tangga tanpa henti, sakit sakitan, Salah paham dikeluarga berujung percerain, tak bisa punya keturunan dan bahkan berumur pendek.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud835\udc69\ud835\udc82\ud835\udc84\ud835\udc82 \ud835\udc71\ud835\udc96\ud835\udc88\ud835\udc82 : <a href=\"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/2024\/03\/28\/kisah-nyata-meboya-mekada-sengkala-lima-keles-mara-eling\/\" data-type=\"post\" data-id=\"510\">Kisah Nyata \u2013 MEBOYA MEKADA SENGKALA \u201cLima Keles, Mara Eling\u201d<\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"400\" height=\"510\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-566\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN-1.png 400w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN-1-235x300.png 235w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN-1-47x60.png 47w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>INILAH ORANG MELIK YANG PATUT DITEBUSIN.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ada Beberapa Jenis Melik, MELIK ADNYA, MELIK CECIREN, MELIK KELAHIRAN.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>MELIK ADNYANA<\/strong>, orang ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkominikasi dengannya. Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi Mesiat dengan Leak. Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan Leak, besok ia akan sakit dan bahkan mati mendadak. Orang melik Adnyana biasanya jadi Balian atau mangku.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MELIK CECIREN<\/strong>, orang melik ceciren ada tanda dalam tubuhnya, terkadang di dunia niskala atau di sekala kelihatan nya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TANDA TANDA MELIK CECIREN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1.Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.<\/p>\n\n\n\n<p>2. KADENGAN APIT WANGKE, kadengan ADA UJUNG kelamin\/DISEKITARNYA<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"324\" height=\"720\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/kisah-apit-wangke.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-568\" style=\"width:275px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/kisah-apit-wangke.jpeg 324w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/kisah-apit-wangke-135x300.jpeg 135w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/kisah-apit-wangke-27x60.jpeg 27w\" sizes=\"auto, (max-width: 324px) 100vw, 324px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Tangan Jari Lebih, 7. Lidah Poleng 8.Isuan Lebih Dari Satu Dan Masih Banyak Lagi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MELIK KELAHIRAN, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Diantaranya :<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Orang yang lahir di Wuku Wayang<\/p>\n\n\n\n<p>2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )<\/p>\n\n\n\n<p>4. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )<\/p>\n\n\n\n<p>5. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar\/tidak menangis )<\/p>\n\n\n\n<p>6. Jempina ( anak lahir premature )<\/p>\n\n\n\n<p>7. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )<\/p>\n\n\n\n<p>8. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )<\/p>\n\n\n\n<p>9. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )<\/p>\n\n\n\n<p>10. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )<\/p>\n\n\n\n<p>11. Julung sarab \/ julung macan \/ julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )<\/p>\n\n\n\n<p>12. Walika ( orang kerdil )<\/p>\n\n\n\n<p>13. Wujil ( orang cebol )<\/p>\n\n\n\n<p>14. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )<\/p>\n\n\n\n<p>15. Buncing \/ Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )<\/p>\n\n\n\n<p>16. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )<\/p>\n\n\n\n<p>17. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara \u2013 perempuan \u2013 laki \u2013 perempuan )<\/p>\n\n\n\n<p>18. Telaga Apit Pancoran ( laki \u2013 perempuan \u2013 laki )<\/p>\n\n\n\n<p>19. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )<\/p>\n\n\n\n<p>20. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )<\/p>\n\n\n\n<p>21. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)<\/p>\n\n\n\n<p>ADAPUN LINTANG DAN KELAHIRAN YANG WAJIB DIBAYUH, KARENA \u201c PANAS \u201c<\/p>\n\n\n\n<p>1. Orang yang Lintangan Bade ( Lahir Kamis Pon atau Wuku Watugunung dan Wuku Ukir )<\/p>\n\n\n\n<p>2. Orang yang Lintangan Bubu Bolong. ( Lahir Jumat Paing )<\/p>\n\n\n\n<p>3. Orang yang Lahir saat Tumpek, Tumpek Landep, Tumpek Kandang, dll<\/p>\n\n\n\n<p>4. Lintang Salah Ukur ( Lahir Kamis Paing )<\/p>\n\n\n\n<p>5. Lintang Prahu Pegat.( Kelahiran Jumat Pon )<\/p>\n\n\n\n<p>6. Lintang Kala Sungsang ( Lahir Minggu Umanis )<\/p>\n\n\n\n<p>7. Lintang Tangis ( Kelahiran Rabo Umanis )<\/p>\n\n\n\n<p>8. Lintang Prahu Pegat ( Kelahiran Jumat Pon )<\/p>\n\n\n\n<p><strong>ADAPUN PETEMON\/PERKAWINAN YANG SEBAIKNYA DIBAYUH, KALAU HASILNYA KURANG BAIK, MENURUT SAPTAWARA .<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Diantarnya :<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu &#8211; Minggu berakibat sering sakit-sakitan<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Senin-Senin berakibat buruk<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Selasa-Selasa berakibat buruk<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Rabu-Rabu berakibat buruk<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Kamis-Kamis berakibat yuana (awet), senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Jumat-Jumat berakibat melarat<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Sabtu-Sabtu berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu-Senin berakibat banyak penyakit<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu &#8211; Selasa berakibat melarat<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu- Rabu berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu-Kamis berakibat konflik<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu-Jumat berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Minggu-Sabtu berakibat melarat<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Jumat-Sabtu berakibat celaka<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Senen-Selasa berakibat yuana (rupawan), senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Senen-Rabu berakibat beranak wadon (perempuan)<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Senen Kamis berakibat disukai orang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Senen-Jumat berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Senen-Sabtu berakibat rezekian<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Selasa-Rabu berakibat kaya<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Selasa-Kamis berakibat kaya<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Selasa-Jumat berakibat pisah\/cerai<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Selasa-Sabtu berakibat sering konflik<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Rabu-Kamis berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Rabu-Jumat berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Rabu-Sabtu berakibat baik<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Kamis-Jumat berakibat yuana, senang<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Kamis-Sabtu berakibat pisah\/cerai<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERKAWINAN BEDA KASTA\/BEDA SOROH<\/strong> \u201c Panes\u201d Juga Sebaiknya Dibayuh Karena \u201cPanes\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERKAWINAN DUDU <\/strong>\u201c artinya telah terjadi pengianatan\/selingkuh juga sebaiknya dibayuh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERKAWINAN SEDARAH<\/strong> \u201dpanes\u201d juga sebaiknya dibayuh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENEBUSAN LARE KEBEBUTAN DAN SALAH ARAN.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pebayuhan ini untuk anak anak yang membandel,tidak mau menurut kata orang, tidak mau masuk sekolah dll. Salah aran yang dimaksud disini ketika nama seseorang memada mada dewa, contoh misalnya namanya Dewa Acintya Putra atau Kadek Dewi Prabawati. Nama ini terkadang kurang baik bisa mendatangkan kebingungan, kesakitan, dan lain lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENEBUSAN SALAH WETON<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menimnya pengetahuan orang tua di zaman serba moderen ini, membuat beberapa orang Tua Salah menentukan Oton anaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya ketika ibu hamil masuk rumah sakit hari senin jam 11 malam, dan anaknya lahir jam 2 malam dihitung lahir hari selasa. Ini salah! Anak otonan nya hari Senin!!<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Kenapa?<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungan waktu bali untuk menentukan kelahiran &#8220;kedas lemahe&#8221; artinya jam 6 pagi. Bukan jam 12 malam.Kalau secara nasional pergantian waktu memang jam 12 malam, makanya tahun baru berganti jam 12 malam.Tapi secara Hindu, pergantian waktu\/tahun baru mulai jam 6 pagi. Makanya nyepi dan pergantian tahun baru caka itu mulai jam 6 pagi selesai jam 6 pagi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>ATMA PRATISTA<\/strong> ( Upacara Untuk Janin Yang telah Gugur Tanpa Sengaja Mulai Seminggu \u2013 Seterusnya )<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENEBUSAN SAPUH LARA PATI PEMANUMADIAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Pebayuhan bagi yang tidak pernah meotonan, tidak tau otonan.<\/p>\n\n\n\n<p>2, Sering Kesakitan Sering Kena Tipu, Sering di Fitnah, Selalu gagal dalam mencapai keiinginannya.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Senggama kaon Sering Berhubungan Badan Sebelum Menikah, Berhubungan Badan Dengan dalam Status Selingkuh, Berhubungan Badan Sesama Jenis<\/p>\n\n\n\n<p>4. Jodoh Ketutup, Sulit Mendapatkan Jodoh, Kawin cerai berkali kali<\/p>\n\n\n\n<p>5. Rejeki Ketutup, Sulit Rejeki, Mengalami Kebangkrutan, dan Rejeki tak Pernah Mesari ( Gali Lobang Tutup Lobang )<\/p>\n\n\n\n<p>6. Menikah Saat Hamil dan Potong Gigi Saat Hamil , serta lelaki tidak bisa panjangan rambut saat istri hamil, karena tugas kerja dan keperluan dinas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>BAGI TEMAN2 YANG INGIN IKUT ACARA INI, BISA DAFTAR KONSULTASI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tlp 081 246 887 662<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>BISA JUGA DATANG KONSULTASI SAAT JADWAL BUKA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>SELASA : Pukul 19 :00 \u2013 21 : 00 Wita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>KAMIS : Pukul 19 :00 \u2013 21 : 00 Wita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>SABTU : Pukul 09:00 \u201312 : 00 Wita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>MINGGU: Pukul 09:00 \u2013 12 : 00 Wita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar. Selatan Pura Desa dan Puseh, LIHAT PAPAN NAMA GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"512\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-1024x512.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-562\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-1024x512.png 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-300x150.png 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-768x384.png 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-1536x768.png 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-2048x1024.png 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1-120x60.png 120w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"500\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-1024x500.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-563\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-1024x500.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-300x146.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-768x375.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-1536x749.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-2048x999.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1-123x60.jpg 123w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-564\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-90x60.jpg 90w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-370x247.jpg 370w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1-776x517.jpg 776w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"459\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-1024x459.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-565\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-1024x459.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-300x134.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-768x344.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-1536x688.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-2048x918.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1-134x60.jpg 134w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"556\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-1024x556.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-567\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-1024x556.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-300x163.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-768x417.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-1536x834.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-2048x1111.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1-111x60.jpg 111w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201c Lagi lagi\u2026dan lagi, kenapa harus seperti ini ?\u201d, itulah yang ada dalam hati kecil tiang, ketika menerima WA dari seorang teman yang mempunyai KASUS MELIK CECIREN, YAITU KADENGAN DI &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-560","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":569,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/560\/revisions\/569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}