{"id":617,"date":"2024-04-09T13:36:45","date_gmt":"2024-04-09T13:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/baliniskala.com\/?p=617"},"modified":"2024-04-09T13:36:46","modified_gmt":"2024-04-09T13:36:46","slug":"kisah-nyata-ketika-orang-melik-punya-anak-memedi-begini-kisahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/2024\/04\/09\/kisah-nyata-ketika-orang-melik-punya-anak-memedi-begini-kisahnya\/","title":{"rendered":"Kisah Nyata &#8211; &#8220;KETIKA ORANG MELIK, PUNYA ANAK MEMEDI&#8221;, Begini kisahnya&#8230;"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"538\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-1024x538.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-619\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-1024x538.png 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-300x158.png 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-768x403.png 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-1536x806.png 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-2048x1075.png 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KETIKA-ORANG-MELIK-PUNYA-ANAK-MEMEDI-114x60.png 114w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-vivid-red-color has-text-color has-link-color wp-elements-71cce78a7236b80f2312c4727c4bfcd8\"><strong>Semoga Kisah ini bisa dijadikan Pengalaman &#8220;NGIRING SARENG-SARENG NGAYAH&#8221; dengan cara &#8220;SHARE&#8221; ke Group Keluarga, siapa tau ada yang mengalami kasus seperti ini, agar segera dapat tertolong.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>KISAH NYATA INI<\/strong>, diawali oleh kedatangan seorang pasutri yang usia sudah senja ke Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Om Swastiastu, Napi sane tunas an titiang mangkin ring Sesuwunan ?\u201d Tanya Jro Dalang Menyampanya.<\/p>\n\n\n\n<p>         \u201c Om Swastiastu Jro\u201d katanya untuk menyambung asa atas masalahnya ingin ia konsultasikan di ajeng Ida Sesuwunan.<\/p>\n\n\n\n<p>        Dia pun melanjutkan ceritanya \u201c Begini jro, dulu tiang punya anak yang menurut postingan Jro di fb, anak tiang <strong><em>Tergolong Melik.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dulu waktu nunas baos saat ngaluang\/mepeluasan, sempat waktu itu anak tiang dibilang melik, tapi tiang mengabaikannya. Karena kami tak ngerti tentang melik, dan tak begitu percaya dengan urusan Niskala\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTrus punapi mangkin kayune ?\u201d tanya Jro Dalang.<\/p>\n\n\n\n<p>          &#8220;Sebenarnya anak tiang mau, tiang aben mangkin&#8221; tegasnya dengan pancaran wajah murung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c DIABEN?? \u201c Jro Dalang terkejut mendengar perkataan itu, dan Jro Dalang menanyakan anak itu kenapa bisa meninggal?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>           \u201c Ngih Jro jagi abenan tiang, dulu anak tiang di umur 18 tahun meninggal tabrakan Jro. Mungkin itu disebabkan oleh Melik, sesuai dengan postingan Jro di Fb. Sangat menyesal sekali, baru tiang mengetahui apa sebenarnya itu melik, ketika anak tiang sudah terkubur dalam tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Jro Dalang penasaran, apa hubungannya melik dan ngaben,\u201d napi ne mangkin jagi tunas an driki?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Tegas katanya menjelaskan pokok persolan \u201c BEGINI JRO, Anak tiang yang meninggal, mau tiang aben. Sebelum ngaben, tiang mau nunas baos, agar tau keberadaannya di Niskala, apa ada permintaanya saat diaben.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi tiang sudah mencari 3 balian tapakan untuk nunas baos, anak tiang tidak pernah datang. Tidak seperti orang meluasan pada umumnya, tapakan pun merasa aneh, karena roh itu tidak ada datang dan tak dilihat dari penerawangannya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar masalah ini, Jro Dalang pun segera ngaturan pejatinya dan pinunas ring Sesuwunan terkait masalah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari 5 kali mepinunas, nunas pengawasan\/penerawangan keberadaan roh ini pun tidak terlihat, entah dia berada di alam mana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian saat pinunas yang ke 7 kalinya, dalam pandangan indra ke 6 Jro Dalang, terlihat sekeluarga, satu bapak, satu istri dan dua orang anak. Jro Dalang curiga dengan lelaki disana, karena hidungnya tidak ada cengkokannya seperti di alam memedi dan wong samar. Pasti dia roh alam manusia, yang telah hidup disini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian Jro Dalang memanggilnya dan bertanya. \u201c Bapak maaf saya mengganggu, coba bapak cek orang yang ada di sini ?\u201d Jro Dalang tanya dengan bahasa bali halus, disini kami tulis dengan bahasa Indonesia agar gampang dimengerti.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia <strong>( Roh Itu)<\/strong> menolah sejenak, dan berkata <strong><em>\u201citu orang tua saya, yang sudah saya tinggalkan puluhan tahun yang lalu\u201d<\/em><\/strong>. Jro Dalang berdialog beberapa saat dengan roh ini, dan kemudian Jro Dalang menjelaskan pada orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Begini Penjelasnnya \u201d Bapak ibu ..anak bapak dumun rohnya gentayangan, saat tabrakan, kemudian dipungut oleh bangsa memedi, dijadikan anak dan dinikahkan dengan anak perempuannya. Kini dia telah bahagia disana, dan mempunya anak 2. Jadi bapak mempunyai 2 cucu di alam memedi\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar penjelasan itu, pasutri ini bengong tidak bisa bicara.<\/p>\n\n\n\n<p>Jro Dalang menjelaskan lagi \u201c anak ibu kan yang kupingnya mengkerut itu kan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>       Bapaknya menjawab \u201c Dados Jro Uning ? Itu dulu karena kena pisau waktu kecil, diobati jadi cacad\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Jro Dalang menjawab \u201c itu karena tiang ketemu dia tadi, dan itu ceciren dari anak bapak \u201c.<\/p>\n\n\n\n<p>        Ibunya menangis \u201c Trus bagaimaa anak tiang disana jro apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah makan?<\/p>\n\n\n\n<p>Tolong katakan padanya, tiang menyesal tidak NEBUSIN MELIKNYA, KERENA KAMI TAK TAU DAN TAK PERCAYA. Apa dia tidak mau diaben?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kata Jro Dalang \u201c Tiang sangat merasakan pedihnya hati ibu. Tapi nasi sudah jadi bubur. Dia bahagia disana&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Katanya dia mau diaben, tapi cukup dengan sederhana, jangan mewah-mewah, karena dia sudah berjanji hidup di alam memedi dengan istri anaknya. Sekian tahun lagi baru dia kan kembali ke alam roh manusia, ketika anaknya semua sudah dewasa \u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan terisak tangis pasutri ini, mangguk-mangguk dan tentu penyesalan sudah terlambat. Menurut Orang Tuanya dulu melik anak ini, sudah komplikasi diantaranya : kadengan apit wangke\/ada kadengan dikelamin, melik adnyana\/sering mimpi kepura pura dan merasakan getaran mahluk halus, lahir dengan lintang bade, dan lidah nya poleng\/melik durga.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud835\udc69\ud835\udc82\ud835\udc84\ud835\udc82 \ud835\udc8b\ud835\udc96\ud835\udc88\ud835\udc82 : <a href=\"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/2024\/03\/28\/kisah-nyata-meboya-mekada-sengkala-lima-keles-mara-eling\/\" data-type=\"post\" data-id=\"510\">Kisah Nyata \u2013 MEBOYA MEKADA SENGKALA \u201cLima Keles, Mara Eling\u201d<\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"470\" height=\"639\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KEMATIAN-APIT-WANGKE-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-621\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KEMATIAN-APIT-WANGKE-1.jpg 470w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KEMATIAN-APIT-WANGKE-1-221x300.jpg 221w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/KEMATIAN-APIT-WANGKE-1-44x60.jpg 44w\" sizes=\"auto, (max-width: 470px) 100vw, 470px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-cyan-bluish-gray-background-color has-background\"><strong><em>Katagori \u2013 Penebusan Segala Jenis Melik , Petemon Ala, Lintang Panes, Salah Aran, Lara Kebebutan, Atma Pratista ( upacara untuk yang pernah keguguran secara tidak sengaja, atau karena alasan medis\/kesehatan misalnya dikuret karena janin tidak berkembang, cacat, hamil anggur dan lain sebagainya Mulai Umur 1 Minggu &amp; Seterusnya ).<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa Sebenarnya Itu Melik??<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Melik itu sebenarnya merupakan sebuah anugrah yang luar biasa, Jika Orang Itu Sudah melaksanakan penebusan Melik 3 Kali, Rajin2 Sembayang, Melukat dan Melaksanakan Pewintenan Saraswati. Biasanya Orang Seperti Ini Akan Jadi Orang Yang Sukses, Bermatabat dan \u201cKesihin Widhi\u201d. Kalau tidak Metebusan biasanya rejeki akan sret, sering bertengkar dirumah tangga tanpa henti, sakit sakitan, Salah paham dikeluarga berujung perceraian, tak bisa punya keturunan, bahkan berumur pendek dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada orang yang baru bisa berteori belum menjadi Praktisi, mengatakan Melik itu tidak apa, cukup berdoa saja, dan berpikir positif. Mereka itu tidak mengalami bisa saja mereka berkata seperti itu, tapi bagi yang mengalami mereka akan sulit menerima itu karena hidupnya dalam penderitaan, rejeki sret dan kesakitan atau ada salah satu keluarganya sudah meninggal karena Melik. Sama seperti melihat orang sakit dirumah sakit, pasien tidak hanya cukup dengan berpikir postif dan berdoa&nbsp;<strong>TAPI MEMERLUKAN TIDAKAN MEDIS UNTUK KESEHATANYA.<\/strong>&nbsp;Sama juga seperti penyakit Niskala dan Melik, tidak cukup hanya berdoa dan berpikir positif, semua perlu&nbsp;<strong>TINDAKAN SESUAI PETUNJUK SASTRA\/LONTAR YANG ADA.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa Beda Penebusan Melik di Gedong Suci dengan Tempat Lain ?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1. Di Gedong Suci<\/strong>&nbsp;Langsung di Tebusin di Payogan 19 Sesuwunan yang memang \u201c Senang\u201d melaksanakan penebusan melik. Maka dari itu umat ratusan bahkan ribuan tiap tahunnya melaksanakan penebusan melik dan pebayuhan laiinya di Gedong Suci. Kesakralan tempat ini sangat layak untuk melaksanakan kegiatan Niskala. Kalau ditempat lain secara bersama\/massal biasanya di adakan di lapangan, pantai atau tempat umum.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-555\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-90x60.jpg 90w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-370x247.jpg 370w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_3303-2-776x517.jpg 776w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>2. Tapak Widhi<\/strong>, Saat Prosesi acara, Ida Sesuwunan langsung tedun Napak Umat. Hingga yang kena gangguan niskala, misalnya di ganggu wong samar, cetik, pepasangan, bebai, akan langsung keluar di tempat, tanpa di sentuh Jro Dalang. Teman2 yang ikut nanti, tentu akan merasa merinding sekali, betapa sakralnya peristiwa itu, peserta mendadak kesurupan, memuntahkan cetik dan lain sebaigainya. INI TIDAK ADA DI TEMPAT LAIN<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-541\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-300x200.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-768x512.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-90x60.jpg 90w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-370x247.jpg 370w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_2728-776x517.jpg 776w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong><em>Salah satu pemilet Ketedunan saat Sesi Tapak Widhi.<\/em><\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>3. Selain itu<\/strong>, Penebusan ini langsung di Puput Oleh Ida Pandita Siwa Budha di Niskala, yang juga disungsung ring Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala. INI TIDAK ADA DI TEMPAT LAIN<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-540\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-300x200.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-768x512.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-90x60.jpg 90w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-370x247.jpg 370w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG_6228-776x517.jpg 776w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong><em>Pinandita Nabe Jro Dalang Badra sedang melaksanakan Pengkukatan Asta Pungku, Dasa Mala Leteh &amp; Gangga Amertha.<\/em><\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\ud835\udc69\ud835\udc82\ud835\udc84\ud835\udc82 \ud835\udc71\ud835\udc96\ud835\udc88\ud835\udc82 :\u00a0<a href=\"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/2024\/04\/01\/lagi-dan-lagi-terjadi-menjanda-di-umur-kehamilan-2-bulan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"560\">Lagi dan Lagi Terjadi \u201cMENJANDA DI UMUR KEHAMILAN 2 BULAN\u201d<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>INILAH ORANG MELIK YANG PATUT DITEBUSIN.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada Beberapa Jenis Melik, Melik Adnyana, Melik Ceciren, Melik Kelahiran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MELIK ADNYANA\/WIDHI<\/strong>, orang ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkomunikasi dengannya. Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi \u2013 mimpi ke Pura, Ketemu orang Berpakaian Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal\/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak. Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan Leak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur. Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau Mangku kalau dia punya keturuan\/waris mangku\/balian dan senang belajar spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MELIK CECIREN<\/strong>, orang melik ceciren ada tanda dalam tubuhnya, terkadang di dunia Niskala atau di Sekala kelihatan nya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TANDA TANDA MELIK CECIREN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1.Ada berupa salah satu Sanjata Dewata Nawa Sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin\/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah \u2013 tengah alis.<\/p>\n\n\n\n<p>3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6. Jari Tangan\/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MELIK KELAHIRAN<\/strong>, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Diantaranya :<\/p>\n\n\n\n<p>1.Orang yang lahir di Wuku Wayang<\/p>\n\n\n\n<p>2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )<\/p>\n\n\n\n<p>4. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungkan tali pusar )<\/p>\n\n\n\n<p>5. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar\/tidak menangis )<\/p>\n\n\n\n<p>6. Jempina ( anak lahir premature )<\/p>\n\n\n\n<p>7. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )<\/p>\n\n\n\n<p>8. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )<\/p>\n\n\n\n<p>9. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )<\/p>\n\n\n\n<p>10. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )<\/p>\n\n\n\n<p>11. Julung sarab \/ julung macan \/ julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )<\/p>\n\n\n\n<p>12. Walika ( orang kerdil )<\/p>\n\n\n\n<p>13. Wujil ( orang cebol )<\/p>\n\n\n\n<p>14. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )<\/p>\n\n\n\n<p>15. Buncing \/ Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )<\/p>\n\n\n\n<p>16. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )<\/p>\n\n\n\n<p>17. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara \u2013 perempuan \u2013 laki \u2013 perempuan )<\/p>\n\n\n\n<p>18. Telaga Apit Pancoran ( laki \u2013 perempuan \u2013 laki )<\/p>\n\n\n\n<p>19. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )<\/p>\n\n\n\n<p>20. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )<\/p>\n\n\n\n<p>21. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)<\/p>\n\n\n\n<p>22.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )<\/p>\n\n\n\n<p>23. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )<\/p>\n\n\n\n<p>24. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya Perempuan )<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"426\" height=\"639\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DIKIRA-TAHAYUL-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-622\" style=\"width:370px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DIKIRA-TAHAYUL-1.jpg 426w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DIKIRA-TAHAYUL-1-200x300.jpg 200w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DIKIRA-TAHAYUL-1-40x60.jpg 40w\" sizes=\"auto, (max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>RUWATAN KHUSUS PENGARUH LINTANG \u201c PANES \u201c<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Orang yang Lintangan Bade ( Lahir Kamis Pon atau Wuku Watugunung dan Wuku Ukir ). Efek Negatif, Kesakitan Tengah Umur, &amp; Pendek Umur.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Orang yang Lintangan Bubu Bolong. ( Lahir Jumat Paing ). Efek Negatif, rejeki tidak pernah bisa disimpan\/ten mesari, dan sering sakit \u2013 sakitan.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Lintang Bala, Efek negative, emosi tidak setabil, selalu ada pertengkarang dan ketipu.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Lintang Salah Ukur ( Lahir Kamis Paing ). Efek Negatif, Segala yang di cita citakan selalu meleset hingga mengalami kebangkrutan.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Lintang Prahu Pegat.( Kelahiran Jumat Pon ). Efek Negatif, Segala keinginan kandas di tengah jalan.<\/p>\n\n\n\n<p>6. Lintang Kala Sungsang ( Lahir Minggu Umanis ), Efek negatif emosi tidak setabil, segala keinganan hasilnya kebalik, dari prediksi awal.<\/p>\n\n\n\n<p>7. Lintang Tangis ( Kelahiran Rabo Umanis ). Efek Negatif, kesedihan, suka menyendiri, rentan gantung diri.<\/p>\n\n\n\n<p>8. Kelahiran Kajang Kliwon Pemelas Tali, Emosi tinggi, sering kedalih bisa ngeliak.<\/p>\n\n\n\n<p>9. Sabtu Kliwon Watugunung, Hidup banyak masalah dan penyakit, serta jika cowok menduda, wanita Janda.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"426\" height=\"639\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Sakit-8-tahun-lenyap.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-623\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Sakit-8-tahun-lenyap.jpg 426w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Sakit-8-tahun-lenyap-200x300.jpg 200w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Sakit-8-tahun-lenyap-40x60.jpg 40w\" sizes=\"auto, (max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>PENEBUSAN LARA KEBEBUTAN DAN SALAH ARAN.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penebusan ini untuk anak anak yang membandel,tidak mau menurut kata orang, tidak mau masuk sekolah dll. Salah aran yang dimaksud disini ketika nama seseorang memada mada dewa, Contoh misalnya namanya&nbsp;<strong>\u201cDewa Acintya Putra\u201d<\/strong>&nbsp;atau&nbsp;<strong>\u201cKadek Dewi Prabawati\u201d<\/strong>. Nama ini terkadang kurang baik bisa mendatangkan kebingungan, kesakitan, dan lain lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENEBUSAN SALAH OTON<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Minimnya pengetahuan orang tua di zaman serba modern ini, membuat beberapa Orang Tua Salah menentukan Oton anaknya. Misalnya ketika ibu hamil masuk rumah sakit hari senin jam 11 malam, dan anaknya lahir jam 2 malam dihitung lahir hari selasa. Ini salah! Anak otonannya hari Senin!!<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Kenapa?<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungan waktu bali untuk menentukan kelahiran&nbsp;<strong><em>\u201ckedas lemahe\u201d<\/em><\/strong>&nbsp;artinya jam 6 pagi. Bukan jam 12 malam. Kalau secara nasional\/Masehi pergantian waktu memang jam 12 malam, makanya tahun baru berganti jam 12 malam. Tapi secara Hindu, pergantian waktu\/tahun baru mulai jam 6 pagi menggunakan tahun Caka.. Makanya nyepi dan pergantian tahun baru caka itu mulai jam 6 pagi selesai jam 6 pagi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENEBUSAN SAPUH LARA PATI PEMANUMADIAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Natan Nemu Urip, penebusan bagi yang tidak pernah meotonan, tidak tau otonan.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Nemu Baya, penebusan bagi yang sering Kesakitan Sering Kena Tipu, Sering di Fitnah, Selalu gagal dalam mencapai keiinginannya.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Senggama Kaon, Penebusan Mala Bagi Sering Berhubungan Badan Sebelum Menikah, Berhubungan Badan Dengan dalam Status Selingkuh, Berhubungan Badan Sesama Jenis<\/p>\n\n\n\n<p>4. Semara Dudu, Sulit Mendapatkan Jodoh, atau Kawin cerai berkali kali<\/p>\n\n\n\n<p>5. Lumbung Ketiup Angin, Sulit Rejeki, Mengalami Kebangkrutan, dan Rejeki tak Pernah Mesari ( Gali Lobang Tutup Lobang )<\/p>\n\n\n\n<p>6. Mala Kauripan, Penebusan Mala, Karena menikah Saat Hamil dan Potong Gigi Saat Hamil , serta lelaki tidak bisa panjangan rambut saat istri hamil, karena tugas kerja dan keperluan dinas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"400\" height=\"510\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-539\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN.png 400w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN-235x300.png 235w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PEWACAKAN-47x60.png 47w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>BAGI TEMAN2 YANG INGIN IKUT ACARA INI, BISA JUGA DATANG KONSULTASI SAAT JADWAL BUKA<br><br>Selasa : Pukul 19 :00 \u2013 21 : 00 Wita<br><br>Kamis : Pukul 19 :00 \u2013 21 : 00 Wita<br><br>Sabtu : Pukul 09:00 \u201312 : 00 Wita<br><br>Minggu: Pukul 09:00 \u2013 12 : 00 Wita<br><br>DAFTAR TANGKIL, Tlp 081 246 887 662<br><br>ALAMAT : GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA<br><br>Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar. Selatan Pura Desa dan Puseh, LIHAT PAPAN NAMA.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"884\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-884x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-543\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-884x1024.jpg 884w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-259x300.jpg 259w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-768x889.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-1326x1536.jpg 1326w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-1769x2048.jpg 1769w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/NUNAS-SENTANA-IKLAN-52x60.jpg 52w\" sizes=\"auto, (max-width: 884px) 100vw, 884px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"556\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1024x556.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-533\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1024x556.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-300x163.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-768x417.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-1536x834.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-2048x1111.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/TIRTA-IKLAN-111x60.jpg 111w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"459\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1024x459.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-534\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1024x459.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-300x134.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-768x344.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-1536x688.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-2048x918.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Beras-Iklan-134x60.jpg 134w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"500\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1024x500.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-535\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1024x500.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-300x146.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-768x375.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-1536x749.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-2048x999.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/DUPA-123x60.jpg 123w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-536\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-300x200.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-768x512.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-90x60.jpg 90w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-370x247.jpg 370w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/APUH-SENGKER-GUMI-776x517.jpg 776w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-537\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-300x200.jpg 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-768x512.jpg 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-90x60.jpg 90w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-370x247.jpg 370w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/PENGIKET-SEMARA-776x517.jpg 776w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"512\" src=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1024x512.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-538\" srcset=\"https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1024x512.png 1024w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-300x150.png 300w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-768x384.png 768w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-1536x768.png 1536w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-2048x1024.png 2048w, https:\/\/baliniskala.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/GAMBAR-RAMBUT-SEDANA-120x60.png 120w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semoga Kisah ini bisa dijadikan Pengalaman &#8220;NGIRING SARENG-SARENG NGAYAH&#8221; dengan cara &#8220;SHARE&#8221; ke Group Keluarga, siapa tau ada yang mengalami kasus seperti ini, agar segera dapat tertolong. KISAH NYATA INI, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-617","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":624,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/617\/revisions\/624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliniskala.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}